KPR BCA Tembus Rp142 Triliun, Ada FLPP Swasta

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA menorehkan kredit pemilikan rumah atau KPR senilai Rp142,3 triliun pada 2025/foto: bca

“Dukungan besar dari pemerintah dan otoritas membantu kami melewati 2025 dan menorehkan kinerja positif,” kata Hendra Lembong.

Sepanjang tahun 2025, BCA menyelenggarakan berbagai acara seperti dua kali perhelatan Expo, BCA UMKM Fest, BCA Wealth Summit, dan Gebyar Hadiah BCA.

Bacaan Lainnya

“Berbagai kegiatan itu berdampak positif terhadap kinerja BCA, dan menjadi wujud komitmen kami untuk terus hadir serta memenuhi berbagai kebutuhan nasabah dan masyarakat Indonesia,” ujar Hendra Lembong.

Kredit usaha yang disalurkan BCA tumbuh 9,9 persen yoy mencapai Rp756,5 triliun per Desember 2025. Penyaluran ini sejalan dengan komitmen BCA dalam mendukung perkembangan dunia usaha nasional.

Kualitas kredit BCA terjaga, tercermin dari rasio loan at risk (LAR) yang membaik ke 4,8 persen dibandingkan 5,3 persen pada tahun sebelumnya.

Baca juga: Menanti Kiprah BCA di Kancah KPR FLPP

Rasio kredit bermasalah (NPL) terkendali di 1,7 persen dan pencadangan NPL serta LAR memadai, masing-masing sebesar 183,8 persen dan 71,6 persen.

 

Sektor Berkelanjutan

Kredit ke sektor-sektor berkelanjutan tumbuh 11,7 persen yoy menjadi Rp255 triliun per Desember 2025, setara 25,8 persen terhadap total portofolio pembiayaan.

Hal ini didukung meningkatnya pembiayaan ke sektor Energi Baru Terbarukan hingga 2x lipat yoy menjadi Rp6,2 triliun.

Selain itu, kredit kendaraan bermotor listrik tumbuh 53 persen yoy mencapai Rp3,6 triliun.

BCA telah menghadirkan program Kredit Multiguna Usaha Kartini, menawarkan bunga spesial mulai 3,21 persen eff. p.a., mendukung komunitas perempuan pengusaha. Per Desember 2025, BCA memiliki 43 ribu lebih debitur perempuan.

Baca juga: Tumbuh 11,2 Persen, KPR BCA Tembus Rp135 Triliun

BCA melakukan berbagai upaya mengurangi emisi karbon, salah satunya melalui pengelolaan limbah dari kegiatan operasional hingga 657 ton. Upaya ini dilakukan bersama dengan inisiatif-inisiatif keberlanjutan lainnya seperti digitalisasi, gedung ramah lingkungan, dan konservasi alam, dengan potensi pengurangan emisi operasional mencapai 5.575 tCO2eq (ton CO2 ekuivalen).

Per Desember 2025, total DPK BCA tumbuh 10,2 persen yoy mencapai Rp1.249 triliun.

Pendapatan bunga bersih (net interest income) BCA tumbuh 4,1 persen yoy dan pendapatan selain bunga naik 16 persen yoy.  Secara total, pendapatan operasional BCA naik 5,4 persen yoy.

Rasio cost to income (CIR) membaik dan turut menopang kinerja dan pertumbuhan laba bersih BCA sebesar 4,9 persen yoy menjadi Rp57,5 triliun.

 

(*)

Pos terkait