“Pertumbuhan perolehan kontrak baru pada awal tahun ini menunjukkan momentum yang baik bagi PTPP untuk menjaga kinerja secara berkelanjutan sepanjang 2026,” tutur Joko dikutip Senin 2 Maret 2026.
Dia menambahkan, Perseroan akan tetap fokus pada eksekusi proyek secara tepat waktu, dengan standar kualitas terbaik serta penerapan zero accident.
“Selain itu, kami memastikan setiap proyek dijalankan dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG), manajemen risiko yang prudent, serta mendukung pembangunan berkelanjutan,” ujar Joko.
Baca juga: Proyek Gedung Setor 17,81 Persen Kontrak PTPP
Dengan strategi selektivitas proyek dan penguatan manajemen operasional, PTPP optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan kinerja serta memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan sepanjang tahun 2026.
Proyek Perguruan Tinggi
Sementara itu, PTPP merampungkan pembangunan Menara Wimaya II atau Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur senilai Rp219 miliar.
Dalam proyek tersebut PTPP menampilkan inovasi konstruksi berupa skybridge ikonik sepanjang 22 meter yang menghubungkan Menara Wimaya II (Tower B) dengan Menara Wimaya I, sebagai bagian dari konsep twin tower yang terintegrasi.
Baca juga: Bangun Twin Tower UNDIP, PT PP: Konektivitas Pendidikan, Pariwisata, dan Ekonomi Lokal
Menara Wimaya II diresmikan sebagai Gedung Kuliah Bersama yang mendukung aktivitas akademik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) serta Fakultas Ilmu Komputer (FIK).
Peresmian ini dihadiri oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Brian Yuliarto, Rektor UPN Veteran Jawa Timur Prof Akhmad Fauzi, jajaran pimpinan universitas, sivitas akademika, serta para pemangku kepentingan terkait, beberapa waktu lalu.
Pembangunan Menara Wimaya II dimulai sejak 29 Maret 2023. Gedung ini dirancang untuk mendukung kegiatan pembelajaran, kolaborasi, serta pengembangan akademik di lingkungan kampus.
Baca juga: PTPP Garap Tiga Proyek di IKN Senilai Rp3,51 Triliun
Sebagai kontraktor pelaksana, PTPP membangun skybridge tersebut di ketinggian 48 meter dengan metode shoring PD8 yang dinilai lebih aman, presisi, serta efisien dari sisi waktu dan biaya.
(*)





