Kontrak Baru PTPP Didominasi Sektor Gedung, Raih Rp2,76 Triliun

Hingga akhir Januari 2026, kontrak baru PTPP menyentuh sekitar Rp2,76 triliun. Kontribusi sektor gedung mencapai 43,28 persen/foto: ptpp.co.id

Jakarta, landbank.co.id– Perusahaan konstruksi milik negara, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) terus mendulang kontrak baru pada 2026.

Hingga akhir Januari 2026, kontrak baru emiten konstruksi yang mengusung kode saham PTPP di Bursa Efek Indonesia ini menyentuh sekitar Rp2,76 triliun.

Bacaan Lainnya

Menurut manajemen PTPP, capaian kontrak baru tersebut meningkat signifikan sebesar 120,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy), mencerminkan awal tahun yang positif bagi kinerja Perseroan.

Perolehan kontrak baru perusahaan di bawah naungan Danantara Indonesia tersebut didominasi oleh proyek dengan sumber dana pemerintah sebesar 73,31 persen.

Lalu, diikuti proyek badan usaha milik negara (BUMN) sebesar 25,20 persen, serta proyek swasta sebesar 1,49 persen.

Baca juga: PTPP Rampungkan Menara Wimaya II Senilai Rp219 Miliar

Berdasarkan lini bisnis, kontribusi terbesar berasal dari sektor Gedung, yakni sebesar 43,28 persen serta sektor Jalan dan Jembatan sebesar 26,64 persen.

Kemudian, Smelter dan Pertambangan sebesar 25,20 persen, Pengolahan Air dan Limbah sebesar 4,18 persen, Infrastruktur Air sebesar 0,54 persen, serta Fasilitas Oil & Gas sebesar 0,16 persen.

Beberapa proyek strategis yang berhasil diraih PTPP pada Januari 2026 yaitu diantaranya Proyek Gedung Kantor Pidum & Datum Kejaksaan Agung RI senilai Rp820,7 miliar.

Lalu, Proyek Pembangunan BRT Metropolitan Membidang Medan senilai Rp538,5 miliar, Proyek Penambangan Bauksit Mempawah senilai Rp478,6 miliar, dan Proyek Penanganan Bencana Aceh senilai Rp341,7 miliar.

Baca juga: PTPP Raih Kontrak Pembangunan Gedung BNI di Kawasan PIK 2 Rp1,29 Triliun

Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menyampaikan bahwa capaian ini menjadi fondasi optimisme Perseroan dalam menyongsong tahun 2026 di tengah dinamika dan tantangan industri konstruksi yang masih berlangsung.

Pos terkait