BTN Ajak Akademisi ITB Ubah Hasil Riset Jadi Solusi Perumahan
Lewat BTN Housingpreneur Batch 3, BTN mendorong hasil riset kampus menjadi solusi perumahan, termasuk teknologi perkuatan bangunan dan material ramah lingkungan.--BTN
Jakarta, landbank.co.id - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mendorong mahasiswa, dosen, dan peneliti Institut Teknologi Bandung (ITB) menciptakan inovasi untuk menjawab tantangan sektor perumahan nasional melalui program BTN Housingpreneur Batch 3.
Kegiatan yang digelar di Aula Timur ITB, Bandung, Selasa (13/10/2026), tersebut menjadi wadah bagi kalangan akademisi untuk mengembangkan gagasan dan hasil penelitian menjadi solusi nyata, terutama dalam menghadirkan hunian yang terjangkau, berkualitas, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Regional Office Head BTN Kantor Wilayah Jawa Barat, Asvianti Handaru, mengatakan sektor perumahan memiliki ekosistem yang luas dan tidak terbatas pada pembangunan fisik maupun pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
Menurutnya, ekosistem perumahan mencakup sekitar 130 industri turunan dan sektor terkait, mulai dari arsitektur, desain, material bangunan, metode konstruksi, teknologi digital, smart living, hingga pembiayaan dan keberlanjutan.
Karena itu, pengembangan sektor perumahan membutuhkan kolaborasi lintas disiplin agar berbagai keahlian dapat saling melengkapi dalam menghasilkan solusi yang lebih baik.
"Karena itu, pengembangan sektor perumahan membutuhkan kolaborasi dari berbagai bidang keahlian. Inilah yang menjadi salah satu landasan pengembangan BTN Housingpreneur yang kami perkenalkan di ITB," kata Asvianti dalam keterangan resminya dikutip Rabu, 13 Oktober 2026.
Dia menjelaskan, BTN Housingpreneur menjadi wadah untuk menjaring gagasan dan inovasi yang mampu menjawab berbagai tantangan perumahan. Terlebih, BTN turut mendukung program pembangunan 3 juta rumah yang membutuhkan solusi tidak hanya dari sisi kuantitas, tetapi juga keterjangkauan dan kualitas hunian.
Melalui BTN Housingpreneur Batch 3, mahasiswa, dosen, peneliti, dan sivitas akademika diberi kesempatan mengembangkan ide yang berasal dari penelitian, tugas perkuliahan, maupun pengalaman di lapangan.
Asvianti berharap, gagasan yang dihasilkan kalangan akademisi tidak berhenti di laboratorium atau sebatas dokumen penelitian, tetapi dapat diuji dan dikembangkan bersama pelaku industri.
"Bawalah gagasan itu ke BTN Housingpreneur Batch 3 agar dapat dikembangkan menjadi inovasi yang memberikan dampak nyata bagi ekosistem perumahan Indonesia," ungkapnya.
Salah satu inovasi yang lahir dari BTN Housingpreneur 2025 adalah Proteka, solusi perkuatan bangunan yang dikembangkan Zamzam Multazam.
Proteka berfokus pada upaya mengurangi risiko kerusakan bangunan akibat gempa bumi melalui teknologi pelapis yang diperkuat serat atau fiber-reinforced coating.
Teknologi tersebut dirancang untuk meningkatkan ketahanan dinding tanpa harus selalu melakukan pembongkaran besar. Pelapis diaplikasikan pada permukaan dinding sebagai salah satu alternatif perkuatan bagi bangunan eksisting, termasuk rumah tinggal dan sekolah.
Inovasi ini dinilai relevan bagi Indonesia yang memiliki risiko gempa bumi di berbagai wilayah. Kerusakan dinding dan jatuhnya material bangunan saat gempa dapat membahayakan penghuni, termasuk ketika struktur utama bangunan masih berdiri.
Melalui pemeriksaan dan perencanaan teknis, teknologi Proteka berupaya membantu pemilik bangunan menentukan langkah perkuatan yang sesuai untuk mengurangi risiko kerusakan.