Deretan 11 Properti Hospitality PRISM di Nusa Penida Bali
Hingga pertengahan September 2026 terdapat sebanyak 11 properti hotel kelolaan PRISM merangsek Nusa Penida, Bali-landbank.id-prism
“Dengan portofolio multi-brand dan model Company Serviced, kami dapat menyesuaikan penawaran dengan karakteristik masing-masing pasar sekaligus menciptakan lebih banyak peluang bagi pemilik properti,” tutur Pawas Sharma.
BACA JUGA:Tren Hotel Premium Meningkat, PRISM Perluas Jaringan di Indonesia
Sementara itu, Abhijeet Singh, country head PRISM Indonesia, menambahkan bahwa pihaknya melihat perkembangan destinasi seperti Nusa Penida sebagai bagian penting dari pertumbuhan pariwisata Indonesia ke depan.
Dia menyatakan, ketika pemerintah daerah terus mengembangkan infrastruktur, tata kelola, dan daya tarik wisata, sektor hospitality juga memiliki peran untuk memastikan ketersediaan akomodasi dapat tumbuh sejalan dengan perkembangan destinasi.
“Ekspansi PRISM di Nusa Penida merupakan bagian dari upaya kami untuk berkontribusi pada ekosistem tersebut dengan menghadirkan pilihan akomodasi yang beragam dan dikelola secara profesional,” kata dia.
BACA JUGA:Strategi Full Service Hotel PRISM
Menurut Abhijeet Singh, bagi pihaknya, ekspansi bukan hanya mengenai menambah jumlah properti, tetapi juga mengenai bagaimana jaringan hospitality dapat tumbuh bersama destinasi.
Dia menambahkan, ketika sebuah kawasan semakin berkembang sebagai tujuan wisata, kebutuhan terhadap akomodasi dengan standar pengelolaan, akses distribusi, dan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan wisatawan juga semakin penting.
“Kami melihat peluang tersebut di Nusa Penida dan akan terus mengeksplorasi potensi pertumbuhan di destinasi-destinasi berkembang lainnya,” tutur Abhijeet.
BACA JUGA:PRISM: Akomodasi Budget dan Menengah Pilihan Wisatawan
Berdasarkan Rencana Pengembangan Pariwisata Nusa Penida 2025–2029, Pemerintah Kabupaten Klungkung menargetkan rata-rata lama tinggal wisatawan mencapai tiga hari pada 2026, sekaligus meningkatkan tingkat okupansi akomodasi menjadi 40,86 persen.
(*)