Knight Frank: Permintaan Hunian Riil Dorong Pasar Kondominium Jakarta

Knight Frank menilai keterjangkauan dan kualitas jadi kunci pemulihan pasar Kondominium pada paruh kedua 2025./Foto: landbank.co.id.

Meski masih menghadapi berbagai tantangan, Willson menilai pasar kondominium Jakarta mulai memperlihatkan sinyal pemulihan. Menjelang akhir 2025, tercatat dua proyek baru yang telah melakukan serah terima unit, yang dinilai mampu meningkatkan kepercayaan pasar.

Bacaan Lainnya

Secara umum, pasar kondominium Jakarta masih memperlihatkan dua sisi yang berbeda. Minat pembeli di segmen menengah ke bawah masih cenderung membandingkan kondominium dengan rumah tapak, terutama dari sisi harga dan luas bangunan. Sementara itu, segmen premium dinilai relatif stabil dengan pertumbuhan permintaan berkisar 1–2 persen dalam tiga tahun terakhir.

Willson optimistis, kinerja pasar kondominium Jakarta ke depan akan membaik seiring dengan perbaikan daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional. Namun demikian, ia mengingatkan agar pelaku industri tetap berhati-hati dan adaptif terhadap perubahan preferensi konsumen.

“Pemulihan pasar akan sangat bergantung pada strategi pengembangan yang tepat sasaran dan kemampuan membaca kebutuhan riil masyarakat,” pungkasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan pembaruan data Knight Frank Indonesia, total pasokan kondominium Jakarta meningkat menjadi 248.485 unit, seiring dengan rampungnya dua proyek baru di kawasan non-CBD. Dari jumlah tersebut, tingkat penjualan kumulatif tercatat mencapai 96,2 persen.

Penjualan tertinggi masih didominasi oleh segmen middle dan upper-middle, yang masing-masing berkontribusi sebesar 30 persen dan 38 persen dari total penjualan.

Sementara itu, rata-rata tingkat penjualan stok baru berada di kisaran 59,6 persen, di tengah 3.982 unit yang saat ini masih aktif dipasarkan.

Dari sisi harga, rata-rata harga unit baru mengalami kenaikan sekitar 2 persen secara tahunan (year on year/yoy), mencerminkan adanya penyesuaian pasar di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

(*)

Pos terkait