Ketegangan Global Potensial Berdampak Terhadap Kawasan Industri

Konflik antara AS‑Israel dan Iran dinilai dapat dapat memengaruhi sentimen para investor dalam berinvestasi di kawasan industri/foto: capture colliers

Jakarta, landbank.co.id– Colliers Indonesia menilai bahwa dengan semakin matangnya kawasan industri Bekasi, Jawa Barat serta terbatasnya lahan baru, ekspansi industri kini bergerak menuju koridor timur Jakarta seperti Karawang, Purwakarta, dan Subang.

Kawasan industri di koridor timur itu menawarkan keunggulan dari sisi ketersediaan lahan, konektivitas logistik, dan kesiapan untuk manufaktur skala besar.

Bacaan Lainnya

Karena itu, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batang, Jawa Tengah dan Subang, Jawa Barat pun berkembang menjadi pusat distribusi regional berkat infrastruktur terintegrasi dan dukungan insentif pemerintah.

Pada saat bersamaan, Indonesia kian dipandang sebagai lokasi strategis bagi produsen asal China. Didukung oleh kondisi geopolitik yang tidak stabil dan kebutuhan diversifikasi manufaktur, investor China memperluas portofolio mereka di Indonesia.

Baca juga: Kawasan Industri Butuh Solusi Akomodasi

“Namun, dinamika geopolitik global dapat berdampak pada perilaku investor,” dilansir riset Colliers Indonesia.

Menurut tim Industrial and Logistics Services Colliers Indonesia, meskipun Indonesia tidak berada di wilayah konflik, termasuk konflik antara Iran dan AS‑Israel, situasi tersebut tetap dapat memengaruhi sentimen investasi.

“Operasional perusahaan China di Indonesia masih berjalan stabil, tetapi investor baru cenderung mengambil langkah yang lebih hati-hati. Potensi implikasi terhadap rantai pasok dapat bervariasi dalam bentuk maupun hasil,” kata Rivan Munansa, Head of Industrial and Logistics Services dikutip Senin 16 Maret 2026.

 

Dampak Ketegangan Global

Sementara itu, Colliers Indonesia memiliki catatan sejumlah potensi dampak ketegangan global saat ini terhadap bisnis kawasan industri.

Baca juga: Kawasan Industri Jawa Diserbu Permintaan Baru, Sewa Gudang Sentuh 97 Ribu m² di 2025

Pertama, Potensi Hambatan Jangka Pendek. Ketegangan global dapat menyebabkan penundaan ekspansi karena investor cenderung bersikap lebih berhati‑hati.

Kedua, Potensi Perubahan dalam Jangka Menengah. Permintaan lahan industri berpeluang meningkat apabila Indonesia dinilai memiliki stabilitas dan daya saing yang memadai.

Pos terkait