Ketegangan Dagang AS-Uni Eropa Dorong Harga Emas ke Rekor Tertinggi Baru

Harga emas dunia (XAU/USD) menyentuh rekor tertinggi baru US$4.707 per troy ounce dalam perdagangan Selasa, 20 Januari 2026./Foto: Istockphoto.

Dari sisi fundamental, reli emas tidak terlepas dari meningkatnya ketegangan perdagangan global. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana pengenaan tarif terhadap delapan negara Eropa yang menentang rencana akuisisi Greenland oleh AS, yakni Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Finlandia, Belanda, dan Inggris.

Bacaan Lainnya

Tarif awal sebesar 10 persen dijadwalkan berlaku mulai awal Februari dan berpotensi meningkat hingga 25 persen pada pertengahan tahun apabila tidak tercapai kesepakatan. Langkah tersebut memicu kekhawatiran pasar akan meluasnya perang dagang, terlebih Uni Eropa dikabarkan tengah menyiapkan opsi tarif balasan bernilai puluhan miliar euro terhadap impor dari AS.

Di tengah ketidakpastian tersebut, emas kembali menjadi sorotan sebagai instrumen perlindungan nilai. Investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, sementara dinamika kebijakan moneter AS juga turut mempengaruhi arah harga emas.

Meski sebagian besar analis memperkirakan Federal Reserve akan menahan suku bunga dalam waktu dekat, ketidakpastian terkait waktu dan besaran pemangkasan suku bunga tetap membayangi pasar. Di sisi lain, pelemahan Dolar AS turut memberikan dukungan tambahan bagi emas. Indeks Dolar AS (DXY) tercatat melemah ke kisaran 99,02, meskipun imbal hasil obligasi pemerintah AS mengalami kenaikan.

Dengan latar belakang tersebut, Andy Nugraha menilai bias pergerakan emas masih cenderung positif. Selama risiko global tetap membayangi dan minat terhadap aset safe haven belum surut, harga emas berpotensi mempertahankan tren bullish dan bergerak menuju level yang lebih tinggi dalam waktu dekat.

(*)

Pos terkait