Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh

Huntara 1 di Aceh Tamiang berdiri di atas lahan seluas 5.427 meter persegi (m2) dengan total luas bangunan mencapai 2.052 m2/foto: kementerian pu

Secara teknis, Huntara 1 di Aceh Tamiang berdiri di atas lahan seluas 5.427 meter persegi (m2) dengan total luas bangunan mencapai 2.052 m2.

Kompleks ini terdiri atas tujuh blok hunian yang mencakup 114 modul. Kapasitas huntara dirancang untuk menampung 84 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 336 jiwa.

Bacaan Lainnya

Guna menjamin kesehatan dan kenyamanan penghuni, kawasan huntara dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, antara lain berupa 42 unit Mandi Cuci Kakus (MCK), area komunal multifungsi dan area jemur, musala untuk kegiatan ibadah, dan utilitas pendukung berupa genset dan toren air.

Kementerian PU juga memastikan ketersediaan sanitasi dan air bersih yang memadai. Sumber air bersih diperoleh dari sumur bor yang disalurkan melalui tandon, sementara pengolahan air kotor menggunakan sistem biotek. Untuk pasokan listrik, kawasan ini telah terhubung dengan jaringan PLN.

Dengan rampungnya tahap akhir ini, huntara ditargetkan dapat segera dimanfaatkan oleh warga terdampak bencana, sehingga pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat setempat dapat berjalan lebih cepat.

Baca juga: Pembangunan Huntara Aceh Tamiang Pakai Sistem Modular

Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” dalam menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.

 

Rumah Rusak

Sementara itu, data BNPB memerlihatkan bahwa bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November 2025 menyebabkan 1.200 orang meninggal dunia.

Selain menyebabkan 113.900 orang mengungsi, bencana banjir dan longsor itu juga menyebabkan 143 orang belum ditemukan atau hilang.

Dari total korban meninggal dunia terbanyak di Provinsi Aceh, yakni sebanyak 561 jiwa, demikian juga dengan jumlah pengungsi yang tercatat sebanyak 91.700 orang.

Mengutip data BNPB, jumlah pengungsi tertinggi ada di Aceh Utara yakni sebanyak 33.300 orang, sedangkan korban meninggal dunia terbanyak juga di kawasan Aceh Utara, yakni sebanyak 245 jiwa.

Baca juga: Danantara dan PTPP Bangun Huntara di Aceh Tamiang

Dari segi fisik, bencana yang melanda tiga provinsi itu menyebabkan 175.050 rumah rusak yang mayoritas dalam keadaan rusak berat sebanyak 53.412 unit. Lalu, rusak sedang 45.085 rumah dan rusak ringan 76.553 rumah.

(*)

Pos terkait