Kemenpar Mitigasi Dampak Perang Iran Melawan AS-Israel

Kemenpar menyiapkan mitigasi untuk dampak perang Irang melawan AS-Israel terhadap sektor pariwisata, khususnya terhadap arus kunjungan wisman/foto: kemenpar

Data kunjungan wisatawan mancanegara pada 2025 juga menunjukkan bahwa lima negara penyumbang wisatawan terbesar ke Indonesia berasal dari kawasan Asia dan Pasifik, yakni Malaysia, Australia, Singapura, China, dan Timor Leste.

Berdasarkan kondisi tersebut, Kemenpar akan semakin memperkuat strategi promosi dan penetrasi pasar di kawasan Asia dan Pasifik sebagai langkah mitigasi terhadap potensi dampak konflik di Timur Tengah.

Bacaan Lainnya

Baca juga: Indonesia Bidik 17,6 Juta Kunjungan Wisman

“Arahan dari Ibu Menteri Pariwisata, kita akan memperkuat pasar Asia dan Pasifik. Dengan strategi ini diharapkan dampak dari situasi di Timur Tengah tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja pariwisata Indonesia,” ujar Ni Luh Puspa.

Kemenpar juga terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk organisasi pariwisata dunia UN Tourism, untuk memantau perkembangan situasi global dan dampaknya terhadap mobilitas wisatawan internasional.

“Situasi ini masih terus kita pantau. Kami akan melihat laporan-laporan terbaru, termasuk perkembangan di Bali, untuk memastikan langkah mitigasi yang tepat bagi sektor pariwisata,” kata Ni Luh Puspa.

Baca juga: Dampak Perang Iran Vs AS-Israel Terhadap Bisnis Properti

Dalam kesempatan tersebut, Wamenpar Ni Luh Puspa turut didampingi Asisten Deputi Strategi dan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Kemenpar Firnandi Gufron.

 

(*)

Pos terkait