Melalui kolaborasi dengan mitra lokal, proyek ini memperkuat posisi Perseroan sebagai pengembang dengan eksposur regional, sekaligus diversifikasi pendapatan dalam mata uang asing dalam dolar Amerika Serikat (USD) dan Bath Thailand (THB).
Manajemen JSPT menjelaskan, investasi ini memberikan beberapa dampak positif strategis terhadap Perseroan, baik dari sisi portofolio, posisi kompetitif, maupun stabilitas pendapatan jangka Panjang.
Dampak itu mencakup pertama, ekspansi aset dan pendapatan iInternasional. Investasi ini akan menambah eksposur Perseroan terhadap aset berbasis USD/B di kawasan Asia Tenggara, memperluas jangkauan geografis di luar Indonesia, serta memperkuat recurring income berbasis internasional melalui proyek hospitality dan residensial di pasar premium.
Kedua, diversifikasi portofolio di pasar Thailand yang stabil. Thailand saat ini menunjukkan stabilitas makroekonomi yang kuat dengan pertumbuhan PDB tahun 2025 diproyeksikan berkisar 2,8-3,0 persen, didorong oleh pemulihan sektor pariwisata dan peningkatan investasi swasta. Inflasi relatif terkendali di kisaran 1,5-2,0 persen, sedangkan nilai tukar Baht terhadap USD tetap stabil dalam kisaran B31-33/USD, memberikan lingkungan yang kondusif bagi investasi jangka menengah maupun jangka panjang.
Baca juga: Laba Bersih Jakarta Setiabudi Internasional Melejit
Ketiga, kondisi pasar pariwisata Thailand yang menguat. Pada 2024, Thailand mencatat lebih dari 35 juta wisatawan mancanegara, meningkat sekitar 35 persen dibanding 2023, dengan target mencapai 40 juta wisatawan pada 2025. Phuket menjadi salah satu kontributor utama dengan tingkat okupansi hotel berbintang mencapai berkisar 75-80 persen dan rata-rata tarif kamar meningkat 10-15 persen year on year (yoy), terutama pada segmen resort premium di Bang Tao, Layan, dan Kamala. Hal ini menunjukkan pasar hotel dan residensial di Phuket berada pada siklus pertumbuhan positif.
Keempat, momentum pasar properti resort dan branded residences. Permintaan properti resort di Phuket dan kawasan sekitarnya meningkat signifikan, didorong oleh investor asing dari Hong Kong, Singapura, dan Eropa. Tren branded residences menjadi segmen yang paling resilient, dengan harga jual mencapai B300.000 untuk produk kelas atas.
Kondisi ini memperkuat potensi proyek Perseroan melalui kolaborasi dengan mitra lokal yang memiliki jaringan distribusi kuat di pasar premium Thailand.
Baca juga: Jakarta Setiabudi Internasional Tebar Dividen, Ini Jadwalnya
Kelima, dampak terhadap arus kas dan struktur keuangan Perseroan. Transaksi ini tidak menimbulkan risiko material terhadap arus kas Perseroan dalam jangka pendek karena pendanaan dilakukan melalui kas dana internal. Kontribusi laba dari proyek akan mulai terealisasi secara bertahap seiring dengan kemajuan pembangunan dan operasional hotel serta penjualan unit kondominium.
(*)





