Dari bisnis real estat, emiten yang didirikan pada 1988 ini mengantongi pendapatan Rp7,56 miliar pada 2025 dengan kontribusi sekitar 5 persen, sedangkan pendapatan lain-lain sekitar Rp10,96 miliar alias menyumbang sekitar 7 persen.
JGLE saat ini memiliki proyek cluster perumahan Sayana, Kota Bogor, Jawa Barat seluas 1 hektare dengan kapasitas 66 unit.
Pada 2026, JGLE berencana meluncurkan proyek cluster Sayana II di Bogor Nirwana Residence. Selain itu, JGLE berniat meluncurkan proyek perumahan baru di Sentul, Bogor pada semester kedua 2026.
Baca juga: Paradise Indonesia Berharap Recurring Income dari Bandung Bertambah
Manajemen JGLE mengaku bahwa untuk mempercepat pengembangan proyek dan pemasaran produk Perseroan, pihaknya mengundang mitra strategis (strategic partner).
Masih Rugi
Sementara itu, secara keseluruhan, pada 2025, pemilik Jungle Sea, Kalianda, Lampung ini mencatat penurunan pendapatan sekitar 6 persen disandingkan dengan periode sama 2024, yakni dari Rp165,62 miliar menjadi Rp155,78 miliar.
Pada 2025, jenis pendapatan berkesinambungan (recurring income) menyetor sekitar 95,1 persen, sedangkan nonrecurring 4,9 persen.
Baca juga: Penjualan Rumah Bakrieland Development Menggeliat
Tahun lalu, rugi neto JGLE tercatat sekitar Rp46,42 miliar, sedangkan pada 2024, nilai kerugian masih di angka Rp26,65 miliar.
Di sisi lain, per akhir Desember 2025, total aset JGLE tercatat senilai Rp1,52 triliun, sedangkan setahun sebelumnya di angka Rp1,54 triliun.
Liabilitas JLGE tumbuh ke posisi Rp429,71 miliar pada akhir 2025 bila disandingkan periode sama 2024 yang sekitar Rp427,17 miliar.
Di sisi ekuitas, pemilik J Sky Apartment, Bogor ini membukukan Rp1,09 triliun pada akhir 2025, sebaliknya pada periode sama 2024 masih di level Rp1,11 triliun.
Baca juga: Hotel dan Kondotel Jadi Tulang Punggung JGLE
Sementara itu, para pemegang saham JGLE per akhir Desember 2025 terdiri atas PT Surya Global Nusantara sebvesar 38,76 persen, Banque De Luxembourg 12,26 persen, EFG Bank AG 8,07 persen, Siauw Yunus Subandi 5,47 persen, dan masyarakat 35,44 persen.
(*)





