Jaya Sukses Makmur Sentosa Optimistis Lanjutkan Pertumbuhan

Pada 2026, PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk tetap fokus mengembangkan proyek-proyek yang memiliki daya serap pasar kuat/foto: rise

Sementara itu, sejalan dengan peningkatan pendapatan, Perseroan juga berhasil mencatatkan lonjakan profitabilitas yang kuat.

Laba tahun berjalan RISE tercatat sebesar Rp92,21 miliar, meningkat signifikan sekitar 165 persen dibandingkan Rp34,81 miliar pada tahun sebelumnya.

Bacaan Lainnya

Kenaikan laba ini ditopang oleh peningkatan laba usaha serta efisiensi beban operasional yang berkelanjutan.

Selain itu, laba usaha Perseroan meningkat menjadi Rp85,90 miliar dari Rp46,66 miliar pada 2024, mencerminkan perbaikan margin dan efektivitas pengelolaan biaya.

“Pencapaian kinerja sepanjang 2025 menunjukkan fundamental bisnis Perseroan yang semakin kuat. Pertumbuhan pendapatan yang konsisten serta lonjakan laba tahun berjalan mencerminkan keberhasilan kami dalam mengelola proyek secara selektif dan meningkatkan efisiensi operasional,” kata Budi Agusti.

Baca juga: Vasa Suites Hotel Beroperasi Akhir Kuartal I/2026

Dari sisi struktur pendapatan, segmen pengembangan real estat masih menjadi kontributor utama dengan kontribusi hingga 54 persen atau Rp220,9 miliar, sejalan dengan fokus bisnis Perseroan sebagai pengembang properti.

Di sisi lain, kontribusi dari segmen perkantoran dan hospitality mulai menunjukkan peran yang semakin penting dalam memberikan pendapatan berulang (reccuring income) yang lebih stabil, terutama seiring dengan pemulihan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.

Jumlah aset RISE per akhir Desember 2025 tercatat meningkat dari semula Rp3,42 triliun pada 2024 menjadi sebesar Rp3,52 triliun.

Sebaliknya, liabilitas RISE turun ke posisi Rp747,45 miliar pada 2025 dari awalnya yang masih di posisi Rp814,07 miliar.

Posisi ekuitas RISE juga menguat dari semula Rp2,61 triliun tahun 2024 menjadi sebesar Rp2,78 triliun per akhir 2025.

Baca juga: Laba Bersih Tanrise Property Meninggi

Susunan pemegang saham RISE per akhir Desember 2025 mencakup PT Tancorp Global Sentosa sebesar 80,2950 persen, PT Bemeroca Uniti Abadi Harmoni 0,0001 persen, serta lain-lain 19,7049 persen.

(*)

Pos terkait