Jaya Sukses Makmur Sentosa Optimistis Lanjutkan Pertumbuhan

Pada 2026, PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk tetap fokus mengembangkan proyek-proyek yang memiliki daya serap pasar kuat/foto: rise

Jakarta, landbank.co.id– PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) mengaku bahwa memasuki tahun 2026, Perseroan akan tetap berfokus pada pengembangan proyek-proyek yang memiliki daya serap pasar yang kuat, sekaligus mempercepat monetisasi proyek existing untuk mendukung arus kas yang lebih sehat.

Pada saat yang sama, PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk juga terus mendorong peningkatan kontribusi pendapatan berulang, khususnya dari segmen hospitality dan aset komersial, guna memperkuat stabilitas kinerja jangka panjang.

Bacaan Lainnya

Lewat kombinasi tersebut akan menjadi fondasi yang kuat bagi PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk  dalam menjaga kesinambungan kinerja pada masa mendatang.

“Dengan landasan kinerja yang kuat pada 2025, Perseroan optimistis dapat melanjutkan momentum pertumbuhan pada tahun-tahun mendatang,” tutur Presiden Direktur PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk Budi Agusti, dikutip Jumat 27 Maret 2026.

Dia menjelaskan, upaya menjaga pertumbuhan itu dilakukan melalui strategi pengembangan proyek yang terukur serta diversifikasi portofolio sekaligus menjaga disiplin keuangan di tengah dinamika industri properti.

Baca juga: Genjot Recurring Income, RISE Tambah Tiga Peluru Baru

Terkait kinerja tahun 2025, pemilik proyek mixed-use TANRISE ini mencatat pendapatan sebesar Rp410,72 miliar, atau meningkat sekitar 12,35 persen dibandingkan Rp365,59 miliar pada 2024.

Pertumbuhan ini didorong oleh kontribusi penjualan properti serta kinerja segmen operasional yang lebih optimal.

Di segmen properti, emiten berkode saham RISE di Bursa Efek Indonesia ini menorehkan pertumbuhan signifikan di lini penjualan apartemen, yakni 155 persen pada 2025.

Mengutip laporan keuangan Perseroan, pada 2024, penjualan apartemen RISE sekitar Rp59,27 miliar, sedangkan setahun kemudian melejit ke posisi Rp151,42 miliar.

Porsi penjualan apartemen juga ikut meningkat terhadap total pendapatan RISE, yaitu dari 16 persen pada 2024 menjadi 37 persen setahun kemudian.

Baca juga: Tambah Modal, RISE Perbesar Kans Ekspansi Pasar

Masih di segmen properti, penjualan gudang dan rumah toko milik RISE tercatat sekitar Rp35,72 miliar, sedangkan penjualan rumah senilai Rp7,99 miliar pada 2025.

Manajemen RISE menyebutkan, pendapatan dari perhotelan menurun, sejalan dengan keadaan pengetatan yang dilakukan oleh pemerintah, sehingga kontribusinya menurun menjadi 44 persen dari total dari 60 persen pada 2024.

Pos terkait