Investor Guyur Sektor Ritel Rp504,90 Triliun

Investor di sektor ritel lebih menyukai aset berkinerja tinggi dan tangguh dengan rekam jejak yang terbukti dalam hal kunjungan pelanggan/foto: landbank.co.id

Jakarta, landbank.co.id– Para investor mengguyur sektor ritel di Asia Pasific senilai US$29,7 miliar atau setara sekitar Rp504,90 triliun.

Nilai investasi yang menggerojok sektor ritel pada 2025 tersebut dengan asumsi nilai tukar Rp17 ribu per dolar Amerika Serikat (AS).

Bacaan Lainnya

Mengutip riset konsultan properti Colliers, volume investasi di sektor ritel pada 2025 itu meningkat 15 persen bila dibandingkan dengan setahun sebelumnya.

“Volume investasi ritel meningkat 15 persen year on year (yoy) menjadi US$29,7 miliar pada 2025, mencerminkan minat investor yang kembali meningkat terhadap aset penghasil pendapatan di pasar-pasar utama Asia Pasific di tengah membaiknya sentimen konsumen,” dilansir riset Colliers.

Baca juga: Ini Delapan Investor Perkantoran Kakap, Paling Tinggi Rp26 Triliun

Riset itu juga menyebutkan bahwa seiring dengan moderasi inflasi dan stabilisasi suku bunga kebijakan, prospek pengeluaran konsumen dan pertumbuhan sewa di aset ritel telah membaik.

“Ke depannya, investasi ritel diperkirakan tetap tinggi, dengan investor lebih menyukai aset berkinerja tinggi dan tangguh dengan rekam jejak yang terbukti dalam hal kunjungan pelanggan, tingkat hunian, dan pendapatan yang konsisten,” dikutip dari riset Colliers.

Riset Colliers menegaskan, investasi di sektor ritel mendapatkan momentum karena peningkatan kinerja aset dan sentimen konsumen memperbarui kepercayaan investor.

“Kelas aset alternatif muncul sebagai segmen yang tumbuh paling cepat, dipimpin oleh permintaan institusional yang kuat,” dikutip dari riset Colliers.

Baca juga: Realisasi Investasi Sektor Properti Sentuh Rp681,7 Triliun

Mengutip riset Colliers, sejumlah investor yang merogoh koceknya cukup besar pada 2025 di antaranya adalah Gaw Capital & Patience Capital Group yang menguyur pasar Jepang senilai US$984 juta. Penerima investasi itu adalah SMTB & Broadia Private REIT.

Lalu, Fraser Centrepoint Trust yang merangsek pasar Singapura senilai US$845 juta dengan penerima Frasers Property.

Pos terkait