Ini Delapan Investor Perkantoran Kakap, Paling Tinggi Rp26 Triliun

Para investor terus merogoh kocek untuk mengguyur investasi di lini sektor perkantoran (office building) pada 2025/foto: landbank.co.id

Jakarta, landbank.co.id– Para investor terus merogoh kocek untuk mengguyur investasi di lini sektor perkantoran (office) pada 2025.

Mengutip data Colliers, tahun 2025, sektor perkantoran menarik arus investasi masuk sebesar US$58,5 miliar di sembilan pasar Asia Pasifik.

Bacaan Lainnya

Arus investasi ke sektor perkantoran itu setara sekitar Rp994,50 triliun dengan asumsi nilai tukar Rp17 ribu per dolar Amerika Serikat (AS).

Masih mengutip data konsultan properti itu, arus investasi perkantoran di Asia Pasifik tahun 2025 naik 21 persen bila disandingkan dengan setahun sebelumnya (year on year/yoy).

Baca juga: Minat Terhadap Gedung Perkantoran Berkualitas Tinggi Meninggi

Sektor perkantoran menyumbang 36 persen terhadap total investasi properti di kawasan Asia Pasifik pada 2025 yang tercatat senilai US$162 miliar (Rp2.754 triliun).

Di kawasan tersebut pertumbuhan investasi di sektor properti pada 2025 tercatat sebesar 8 persen bila dibandingkan dengan setahun sebelumnya.

Menurut Colliers, aset perkantoran tetap menjadi tulang punggung aktivitas investasi Asia Pasifik, didukung oleh permintaan penyewa yang berkelanjutan untuk aset berkualitas tinggi dan berlokasi strategis serta pasokan baru yang terbatas di lokasi pusat kawasan bisnis (central business district/CBD) utama.

Baca juga: Oakhouse Kelola 5.000 Kamar Hunian di Jepang

“Aset perkantoran terus memberikan skala, transparansi, dan stabilitas pendapatan, tetapi kami juga melihat percepatan yang jelas ke arah alternatif dan ritel selektif karena investor menyeimbangkan kembali portofolio dan mengejar diversifikasi,” kata Theo Novak, managing director Capital Markets & Investment Services Asia Pacific Colliers.

 

Investor Kakap

Sementara itu, para investor yang merogoh kocek cukup besar untuk merangsek sektor perkantoran pada 2025 antara lain adalah China Post Insurance yang menyiram pasar perkantoran China senilai US$1,55 miliar atau sekitar Rp26,35 triliun.

Pos terkait