Indonesia Bidik 17,6 Juta Kunjungan Wisman

Indonesia menargetkan 16 juta hingga 17,6 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan 1,18 miliar perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) pada 2026/foto: kemenpar

“Angka ini mencerminkan bahwa pertumbuhan pariwisata secara langsung berdampak pada penciptaan lapangan kerja yang luas dan inklusif bagi masyarakat,” kata Menpar.

Dari sisi penguatan destinasi dan ekonomi daerah, Kementerian Pariwisata terus mengoptimalkan program Karisma Event Nusantara (KEN). Pada 2025 terdapat 99 event yang terselenggara, dan pada 2026 jumlahnya meningkat menjadi 125 event yang telah dikurasi di 38 provinsi.

Bacaan Lainnya

Menurut Wamenpar Ni Luh Puspa, event tidak hanya menjadi sarana promosi destinasi, tetapi juga pengungkit ekonomi masyarakat, membuka lapangan kerja baik sementara maupun berkelanjutan, serta memperkuat rasa kepemilikan masyarakat terhadap pengembangan pariwisata di daerahnya.

“Program ini menjadi bukti nyata bahwa pariwisata mampu memberikan manfaat ekonomi yang inklusif dan berdampak langsung bagi masyarakat,” kata Wamenpar.

Dari sisi kunjungan wisman, sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat 15,39 juta kunjungan dengan rata-rata pengeluaran per kedatangan (average spending per arrival/ASPA) sebesar US$1.267. Capaian ini melampaui target Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2025.

Baca juga: Menpar Widiyanti Buka-bukaan Soal Okupansi Hotel dan Kunjungan Wisman

Sementara itu, perjalanan wisnus secara kumulatif mencapai 1,2 miliar perjalanan sepanjang 2025, melampaui target RKP sebesar 1,08 miliar perjalanan dan mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah pencatatan.

Adapun perjalanan wisatawan nasional (wisnas) ke luar negeri tercatat sebanyak 9,17 juta perjalanan sepanjang periode yang sama.

Pertumbuhan kunjungan wisman yang lebih tinggi dibandingkan perjalanan wisnas menghasilkan surplus kunjungan sebesar 6,22 juta sepanjang 2025, tumbuh 25,93% dibandingkan surplus pada tahun 2024.

Baca juga: Wisman Meningkat, Menpar: Rawat Pariwisata Indonesia

“Pertumbuhan surplus ini mengindikasikan penguatan net devisa pariwisata dan kontribusi positif sektor pariwisata terhadap neraca ekonomi nasional,” kata Wamenpar.

(*)

Pos terkait