Indonesia Bidik 17,6 Juta Kunjungan Wisman

Indonesia menargetkan 16 juta hingga 17,6 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan 1,18 miliar perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) pada 2026/foto: kemenpar

Jakarta, landbank.co.id– Indonesia menargetkan 16 juta hingga 17,6 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan 1,18 miliar perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) pada 2026.

Dalam mewujudkan target kunjungan wisman itu upaya akan difokuskan pada peningkatan kualitas destinasi, penguatan konektivitas, pengembangan event, serta promosi yang lebih terarah dan berbasis pasar.

Bacaan Lainnya

Pencapaian kunjungan wisman maupun kunjungan wisnus tersebut membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem pariwisata, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, pelaku usaha, komunitas, hingga masyarakat luas.

“Dengan kolaborasi yang kuat dan komitmen bersama, pariwisata Indonesia diharapkan terus tumbuh secara berkelanjutan, memberikan manfaat yang semakin luas, dan menjadi penggerak kesejahteraan masyarakat di seluruh penjuru tanah air,” kata Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana, dikutip Jumat 13 Februari 2026.

Sementara itu, Menpar Widiyanti menegaskan bahwa kinerja sektor pariwisata sepanjang 2025 berhasil melampaui target utama sekaligus memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Baca juga: Kunjungan Wisman ke Bali Tembus Tujuh Juta

“Capaian sektor pariwisata sepanjang 2025 menunjukkan bahwa arah kebijakan pariwisata Indonesia berada pada jalur yang tepat,” kata Menpar Widiyanti didampingi Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa dalam Laporan Bulanan Kementerian Pariwisata di Jakarta, Rabu 11 Februari 2026.

Seluruh target utama tercapai bahkan melampaui rencana, dengan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan citra Indonesia di tingkat global.

Di tengah pertumbuhan ekonomi nasional 2025 yang mencapai 5,11 persen dengan nilai PDB sekitar Rp23.821 triliun, sektor pariwisata mencatatkan kontribusi sebesar 3,97 persen bahkan jika turut memperhitungkan dampak lanjutan ke sektor-sektor terkait maka total kontribusi dapat mencapai 4,80 persen atau setara Rp946 triliun hingga Rp1.143 triliun.

Pariwisata menggerakkan ekonomi melalui empat lapangan usaha utama dengan penyediaan akomodasi dan makan minum sebagai tulang punggung aktivitas wisata.

Pada 2025, lapangan usaha ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,41 persen dan memberikan kontribusi 0,24 persen terhadap total pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,11 persen.

Baca juga: Daftar Lengkap Karisma Even Nusantara 2026

Kinerja tersebut turut diperkuat oleh tiga lapangan usaha lain yang erat kaitannya dengan pariwisata dan menempati tiga besar lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi, yakni jasa lainnya yang tumbuh 9,93 persen, jasa perusahaan yang tumbuh 9,10 persen serta transportasi dan pergudangan yang tumbuh 8,78 persen.

“Dengan fondasi ini, kami optimistis peran pariwisata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional akan terus meningkat,” kata Menpar Widiyanti.

 

Tenaga Kerja

Sementara itu, selain sebagai penggerak ekonomi, sektor pariwisata juga menegaskan posisinya sebagai salah satu penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia.

Baca juga: Kunjungan Wisman Terus Merayap Naik

Pariwisata turut menggerakkan lapangan kerja di sektor pendukung seperti UMKM, penyelenggara event, kebersihan, keamanan, pemasaran, hingga layanan digital.

Berdasarkan data Sakernas BPS dan Kementerian Ketenagakerjaan, sepanjang 2025 sektor pariwisata menyerap sekitar 25,91 juta tenaga kerja, meningkat 3,64 persen dibandingkan 2024 yang tercatat 25,01 juta tenaga kerja.

Pos terkait