Jakarta, landbank.co.id – Pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh memakai sistem modular.
Kementerian Pekerjaan Umum (Kementerian PU) menyatakan bahwa pembangunan huntara ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menyediakan tempat tinggal yang layak, aman, dan manusiawi bagi warga yang sebelumnya bertahan di tenda pengungsian dengan fasilitas terbatas akibat bencana banjir dan tanah longsor.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan bahwa Kementerian PU mendukung penuh upaya penanggulangan bencana yang dikoordinasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Kami berkomitmen untuk men-support penuh BNPB. Huntara ini dibangun agar masyarakat terdampak dapat segera tinggal di tempat yang lebih layak, aman, dan bermartabat. Selain hunian, nantinya juga akan dilengkapi dengan sarana air bersih dan sanitasi,” ujar Menteri Dody dalam kunjungan meninjau langsung progres pembangunan huntara di Gampong Bundar, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Kamis, 1 Januari 2026.
Baca juga: 2.603 Rumah Siap Dibangun untuk Korban Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Pembangunan huntara di Aceh Tamiang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU bekerja sama dengan BUMN Karya, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA).
Proyek ini menunjukkan progres yang signifikan dan cepat, mulai dari pekerjaan fondasi hingga pemasangan atap modular.
Secara teknis, huntara ini mengadopsi sistem bangunan modular dengan struktur rangka baja ringan.
Teknologi ini dipilih karena karakteristiknya yang kuat, cepat dalam pengerjaan, namun tetap mengutamakan kenyamanan penghuni.
Baca juga: Banjir Sumatera Renggut 969 Jiwa dan Merusak 158 Ribu Rumah
Proses pembangunan huntara meliputi pekerjaan pembuatan fondasi, pemasangan rangka modular, dinding, atap baja ringan, serta pekerjaan Mekanikal, Elektrikal, dan Plambing (MEP).
Dengan metode konstruksi tersebut, pembangunan huntara di Gampong Bundar ditargetkan rampung pada awal Januari 2026. Dengan terselesaikannya huntara ini, pemerintah berharap dapat mempercepat relokasi warga ke hunian yang lebih aman dan nyaman.





