Jakarta, landbank.co.id– Tahun 2026, permintaan dan harga lahan industri di Jakarta dan sekitarnya (Greater Jakarta) diprediksi naik bila disandingkan dengan setahun sebelumnya.
Dalam catatan Colliers Indonesia, sejumlah faktor menjadi pemicu menguatnya permintaan lahan industri di kawasan yang mencakup Jakarta sebagai sentral serta koridor barat seperti Serang, Banten dan koridor timur seperti Karawang, Jawa Barat.
Riset Colliers Indonesia memerkirakan positifnya pasar industri dan penguatan harga lahan industri Greater Jakarta didukung oleh permintaan yang menguat dan jumlah pasokan lahan terus terbatas.
Arus masuk investasi asing langsung yang berkelanjutan ke sektor manufaktur diperkirakan memertahankan penyerapan lahan—terutama di kawasan industri yang sudah mapan seperti Bekasi dan Karawang—sekaligus meningkatkan minat pada lokasi alternatif.
Dari sisi penawaran, ketersediaan lahan siap pasar diperkirakan tetap terbatas, karena peluncuran pasokan di masa mendatang kemungkinan akan berlangsung secara bertahap dan tetap bergantung pada kesiapan infrastruktur dan proses perizinan.
Baca juga: Data Center Sumbang 60 Persen Penjualan Lahan Industri Puradelta Lestari
“Akibatnya, persaingan untuk lahan utama diperkirakan akan meningkat, terutama di antara penyewa manufaktur besar yang beroperasi di bawah batas waktu yang ketat,” dilansir riset Colliers Indonesia.
Dalam kondisi ini, harga lahan industri diperkirakan cenderung naik pada 2026, didukung oleh fundamental permintaan yang kuat dan pasokan terbatas di lokasi utama.
Meskipun fluktuasi mata uang mungkin terus memengaruhi harga dalam denominasi dolar Amerika Serikat dalam jangka pendek, harga dalam mata uang lokal diperkirakan menyesuaikan ke atas, berpotensi mempersempit kesenjangan antara nilai yang diproyeksikan dan harga permintaan pasar.
“Berdasarkan permintaan yang terus kuat dan pasokan yang terbatas, kami memproyeksikan harga lahan industri akan mengalami tren kenaikan pada awal 2026 seiring meningkatnya kompetisi terhadap lahan siap bangun,” kata Ferry Salanto, head of research Colliers Indonesia dikutip Jumat 20 Februari 2026.
Riset Colliers Indonesia menyebutkan bahwa hingga kuartal keempat 2025, harga lahan industri di Greater Jakarta rata-rata sebesar US$177,84 per meter persegi (m2), mencerminkan sedikit penurunan kinerja kuartal ke kuartal.
Baca juga: Ini Deretan Penjual Lahan Industri di Jabodetabek
Dibandingkan dengan proyeksi harga tanah industri rata-rata sebesar US$187,33 per m2 untuk tahun penuh 2025, harga pada hasil kuartal keempat 2025 itu cenderung di bawah proyeksi sebelumnya.
Penjualan 2025
Sementara itu, meskipun tidak ada peluncuran pasok baru pada kuartal terakhir 2025, penyerapan lahan tetap menunjukkan ketahanan yang kuat, melampaui rata-rata tahunan historis.





