Sektor Pusat Data Jadi Penggerak Utama Transisi Hijau
Sektor pusat data menjadi salah satu yang paling agresif berinvestasi dalam inovasi berkelanjutan. Sebanyak 51% pelaku industri pusat data memandang inovasi dan daya saing sebagai alasan utama mendorong agenda keberlanjutan.
Selain itu, 65% menilai investasi teknologi energi rendah emisi menjadi kebutuhan mendesak seiring meningkatnya permintaan kapasitas komputasi nasional.
Sebanyak 37% bisnis juga telah menerapkan kebijakan green IT untuk mengurangi emisi karbon dari kegiatan komputasi dan penyimpanan data.
Iklim Investasi Keberlanjutan Semakin Kondusif
Meskipun tantangan ekonomi masih menjadi faktor pembatas, hambatan investasi keberlanjutan di Indonesia menunjukkan penurunan signifikan:
| Hambatan Suistainability | 2023 | 2025 |
|---|---|---|
| Minim insentif | – | 33% (turun 7 poin) |
| Kurang data pasar | – | 21% (turun 5 poin) |
| Hambatan birokrasi | – | 36% (turun 15 poin) |
| Minim alternatif energi bersih | 35% | 26% |
| Imaturitas teknologi energi bersih | 45% | 33% |
| Hambatan regulasi | 41% | 31% |
Sebanyak 40% perusahaan Indonesia berencana investasi minimal US$1 juta untuk proyek keberlanjutan dalam dua tahun ke depan.
(*)





