Hampir 50% Perusahaan Indonesia Terapkan AI untuk Efisiensi Energi dan Operasional

Teknologi kecerdasan buatan (AI) semakin banyak dimanfaatkan untuk mendukung efisiensi energi. Survei Schneider Electric mencatat 37% perusahaan di Indonesia sudah menerapkan AI dalam upaya mencapai target keberlanjutan./Foto: Istockphoto.

Sektor Pusat Data Jadi Penggerak Utama Transisi Hijau

Sektor pusat data menjadi salah satu yang paling agresif berinvestasi dalam inovasi berkelanjutan. Sebanyak 51% pelaku industri pusat data memandang inovasi dan daya saing sebagai alasan utama mendorong agenda keberlanjutan.

Bacaan Lainnya

Selain itu, 65% menilai investasi teknologi energi rendah emisi menjadi kebutuhan mendesak seiring meningkatnya permintaan kapasitas komputasi nasional.

Sebanyak 37% bisnis juga telah menerapkan kebijakan green IT untuk mengurangi emisi karbon dari kegiatan komputasi dan penyimpanan data.

Iklim Investasi Keberlanjutan Semakin Kondusif

Meskipun tantangan ekonomi masih menjadi faktor pembatas, hambatan investasi keberlanjutan di Indonesia menunjukkan penurunan signifikan:

Hambatan Suistainability 2023 2025
Minim insentif 33% (turun 7 poin)
Kurang data pasar 21% (turun 5 poin)
Hambatan birokrasi 36% (turun 15 poin)
Minim alternatif energi bersih 35% 26%
Imaturitas teknologi energi bersih 45% 33%
Hambatan regulasi 41% 31%

Sebanyak 40% perusahaan Indonesia berencana investasi minimal US$1 juta untuk proyek keberlanjutan dalam dua tahun ke depan.

(*)

Pos terkait