Terkait data center, tingginya minat sektor tersebut dalam membeli lahan industri terlihat dari permintaan di Greenland International Industrial Center (GIIC) besutan PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS).
“Sektor industri data center menjadi kontributor terbesar yaitu sekitar 60 persen dari penjualan lahan industri kami di tahun 2025, di samping sektor FMCG, F&B dan sektor lainnya,” jelas Tondy Suwanto, direktur dan sekretaris PT Puradelta Lestari Tbk dalam publikasi tertulis dikutip Kamis 12 Februari 2026.
Serapan Lahan 2025
Di sisi lain, dalam optimisme transaksi yang terjadi pada 2025, Knight Frank Indonesia menyaksikan koridor barat Jakarta, yakni Serang dan Cilegon, Banten, agresif menggeliat dan mendominasi serapan lahan.
Baca juga: Harga Lahan Industri 2026 Diprediksi Naik
Hal itu, dikutip dari publikasi Knight Frank Indonesia, di antaranya didukung strategi penjualan dengan pendekatan langsung ke investor, ketersediaan lahan, harga yang stabil dan upah minimum regional (UMR) yang relatif kompetitif.
Berikut kilasan pasar kawasan industri Jabodetabek dan sekitarnya sepanjang periode semester kedua tahun 2025 ;
- Total stok kawasan industri di greater Jakarta bertambah di koridor timur, sehingga saat ini tercatat berkisar 15.920 hektare.
- Rerata harga lahan mengalami kenaikan di beberapa submarket, hal ini terjadi karena tingginya permintaan lahan, terutama di Jawa Barat, yaitu Bekasi, Karawang, dan Subang.
- Total serapan lahan di sepanjang tahun 2025 berkisar 318,3 hektare.
- Cilegon-Serang dan Bekasi menjadi submarket yang potensial pada akhir 2025.
- Konstruksi menjadi occupier yang paling aktif di akhir tahun 2025. Sementara EV-related dan manufaktur merupakan sektor penyerap lahan yang tertinggi sepanjang tahun 2025.
Baca juga: Data Center Sumbang 60 Persen Penjualan Lahan Industri Puradelta Lestari
(*)





