Jakarta, landbank.co.id– Kawasan Jakarta dan sekitarnya (greater Jakarta), termasuk koridor barat dan timur dinilai sebagai ekosistem industri paling matang di Indonesia.
“Greater Jakarta saat ini telah tumbuh menjadi ekosistem industri yang paling matang di Indonesia, didukung berbagai infrastruktur, mulai dari akses pelabuhan dan jaringan tol, ketersediaan tenaga kerja, hingga basis permintaan domestik yang kuat,” tutur Willson Kalip, country head Knight Frank Indonesia dikutip Senin 2 Maret 2026.
Dia menambahkan, hal ini menjadi salah satu keunggulan komparatif yang menjadi pertimbangan utama bagi investor, baik untuk fase awal dan maupun ekspansi lanjutan industri.
“Dengan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga performa, maka greater Jakarta seharusnya dapat terus memetik buah meski di tengah persaingan regional yang kompetitif,” jelas Willson Kalip.
Sementara itu, Knigth Frank Indonesia menilai bahwa pasar properti industri di greater Jakarta tetap resilien di tengah tantangan global dan penyesuaian rantai pasok regional.
Baca juga: Knight Frank: Serapan Lahan Industri Positif
Permintaan masih ditopang oleh sektor logistik dan manufaktur, seiring tren relokasi dan diversifikasi produksi di Asia, seiring dengan menguatnya strategi China +1 maupun China + many. Indonesia menjadi salah satu yang pasar menarik yang dituju oleh para investor.
Pasokan baru menjadikan dinamika pasar semakin selektif dan kompetitif, terlebih dalam beberapa tahun ke depan diprediksi lebih banyak pasokan masuk pasar, terutama dari submarket di koridor timur greater Jakarta.
Akhir tahun 2025 ditandai dengan serapan lahan yang terbilang kompetitif, meski tidak sebaik tahun 2024.
Pada akhir tahun 2025, sektor yang potensial menyerap lahan industri adalah konstruksi (heavy equipment), manufaktur, FMCG, EV-related dan tekstil.
Baca juga: Prospek Kawasan Industri Jabodetabek Meyakinkan
Sementara itu, sektor EV-related tercatat menyerap 18 persen dari total serapan tahun 2025 yang terjadi di greater Jakarta. Masih tentang sektor EV-related, dalam lima tahun terakhir tercatat sebagai sektor dengan serapan yang tertinggi, diikuti oleh sektor pusat data (data center).





