Selain dari sisi teknikal, faktor geopolitik juga menjadi pemicu naiknya harga emas XAU/USD.
“Penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya oleh pasukan Amerika Serikat menjadi pemicu utama ketidakpastian baru di pasar global,” ungkap Andy Nugraha seperti dikutip dalam keterangan resminya yang diterima landbank.co.id Selasa, 6 Januari 2026.
Selain faktor geopolitik dan teknikal, Andy juga menyampaikan, sentimen positif terhadap emas juga diperkuat oleh ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Federal Reserve.
Risalah pertemuan FOMC terbaru menunjukkan bahwa mayoritas pejabat bank sentral AS masih membuka peluang penurunan suku bunga lanjutan, seiring tren inflasi yang terus melandai.
Kebijakan suku bunga yang lebih rendah dinilai menguntungkan harga emas, karena menurunkan biaya peluang bagi investor untuk memegang aset tanpa imbal hasil.
Ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat, khususnya laporan Nonfarm Payrolls (NFP) bulan Desember. Data tenaga kerja yang lebih kuat dari perkiraan berpotensi memperkuat Dolar AS dan memberi tekanan jangka pendek pada emas. Namun secara keseluruhan, dengan dukungan sentimen safe haven yang kuat serta sinyal teknikal yang positif, prospek harga emas dunia masih cenderung menguat dalam waktu dekat.
(*)





