Emas Dunia Dekati US$4.600, Sentimen Geopolitik dan The Fed Jadi Penopang

Harga emas dunia (XAU/USD) kembali menyentuh rekor tertinggi terbaru pada awal pekan seiring meningkatnya sentimen safe-haven dan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed./Foto: Istockphoto.

Jakarta, landbank.co.id – Harga emas dunia (XAU/USD) kembali menyentuh menyentuh level tertinggi atau All Time High (ATH) dalam perdagangan Senin, 12 Januari 2026 saat sesi Asia.

Berdasarkan pantauan landbank.co.id dari data pasar Senin, harga emas menyentuh rekor tertinggi baru di level US$ 4.601 per troy ounce.

Bacaan Lainnya

Analis Dupoin Futures, Andy Nugraha, menyampaikan, pergerakan ini terjadi seiring investor mencermati data ketenagakerjaan AS yang beragam, di tengah memburuknya kondisi geopolitik global yang kembali mendorong aliran dana ke aset lindung nilai.

Tren penguatan yang solid pada awal pekan ini, mencerminkan kuatnya sentimen safe-haven di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global serta keyakinan pasar terhadap potensi pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat.

Andy juga mengungkapkan, secara struktur teknikal emas saat ini masih berada dalam fase bullish yang sehat. Hal tersebut tercermin dari pola candlestick yang konstruktif serta posisi indikator Moving Average yang tetap mengarah naik.

Menurut Andy, harga emas masih bergerak dalam kanal tren naik yang kuat. Konsistensi harga bertahan di atas rata-rata pergerakan jangka menengah menunjukkan dominasi tekanan beli, meskipun emas telah berada di level tertinggi sepanjang sejarah.

“Dari sisi teknikal, tekanan bullish yang berlanjut membuka peluang bagi emas untuk menguji area US$4.600 dalam waktu dekat. Level ini menjadi target lanjutan dari reli yang telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir,” ujar Andy  dalam keterangan resminya dikutip Senin, 12 Januari 2026.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa risiko koreksi teknis tetap perlu diantisipasi. Apabila harga gagal mempertahankan area kunci, emas berpotensi mengalami penurunan menuju zona US$4.536 sebagai bagian dari fase konsolidasi sebelum menentukan arah pergerakan selanjutnya.

Dari sisi fundamental, meningkatnya ketegangan geopolitik global masih menjadi pendorong utama penguatan harga emas. Ketidakpastian pasar bertambah setelah muncul laporan terkait pertimbangan opsi militer Amerika Serikat terhadap Iran, di tengah meningkatnya eskalasi keamanan di berbagai kawasan strategis dunia.

Pos terkait