Jakarta, landbank.co.id – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menempatkan dua lokasi yang nantinya akan di bangun menjadi rumah susun subsidi di kawasan perkotaan.
Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan, dua lokasi tersebut dipilih sebagai bentuk akselerasi penyediaan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), khususnya di kawasan perkotaan.
“Saya hari ini datang ke Meikarta, sesuai dengan apa yang kami sampaikan, kita akan membangun rumah susun subsidi di Meikarta,” ujar Menteri Maruarar dalam keterangan resminya seperti dikutip dari laman pkp.go.id Senin, 19 Januari 2026.
Maruarar menuturkan, rencana pembangunan rumah susun subsidi itu nantinya akan dibangun di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
“Dua titik itu berada di Desa Cibatu, Kecamatan Cikarang Selatan, dan Desa Jayamukti, Kecamatan Cikarang Pusat, masing-masing dengan luas lahan sekitar 10 hektare,” terang Menteri yang akrab disapa Ara itu.
Menurutnya, kedua lokasi tersebut dinilai strategis karena memiliki akses transportasi yang baik serta berdekatan dengan kawasan industri. Lokasi rusun diperkirakan hanya berjarak sekitar 2–2,5 kilometer dari kawasan industri, sehingga cocok bagi pekerja sektor manufaktur dan jasa.
“Kalau dari sini ke kawasan industri kira-kira 2,5 kilometer, sementara titik pertama sekitar 2 kilometer. Jadi menurut saya lokasinya bagus,” jelas Maruarar.
Selain lokasi, Menteri PKP menekankan pentingnya kelayakan lingkungan hunian. Ia meminta jajarannya untuk memetakan jarak ke fasilitas publik utama seperti tempat ibadah, sekolah, pasar, dan rumah sakit, termasuk memastikan kemudahan akses transportasi.
Di atas lahan seluas sekitar 10 hektare tersebut, pemerintah merencanakan pembangunan sekitar 18 tower rumah susun subsidi. Kawasan hunian ini juga akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang, mulai dari sekolah, klinik kesehatan, taman bermain, hingga fasilitas olahraga.
“Saya ingin rusun subsidi ini menjadi contoh yang baik bagaimana masyarakat berpenghasilan rendah bisa mendapatkan fasilitas yang layak. Kita berusaha mencari terobosan-terobosan,” tuturnya.





