Jakarta, landbank.co.id – Pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas hunian masyarakat melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Pada tahun ini, Sulawesi Tengah dan Nusa Tenggara Barat (NTB) dipastikan mendapatkan alokasi kuota BSPS dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan bahwa BSPS merupakan salah satu program perumahan yang manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat, khususnya bagi warga berpenghasilan rendah di daerah.
“BSPS adalah program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat. Bantuan ini tidak berdiri sendiri, tetapi diperkuat oleh gotong royong masyarakat, mulai dari tenaga, pikiran, hingga material bangunan,” tutur Menteri yang akrab disapa Ara dalam keterangan resminya yang dilihat landbank.co.id Rabu, 14 Januari 2026.
Ara juga menyampaikan, pada tahun ini alokasi kuota BSPS ditargetkan sebanyak 400 ribu unit rumah.
“Pada tahun ini, kami menargetkan sekitar 400 ribu rumah dapat ditingkatkan kualitas huniannya melalui program BSPS ini,” ujar Maruarar Sirait.
Program BSPS ditujukan untuk membantu masyarakat memperbaiki rumah tidak layak huni agar memenuhi standar keselamatan, kesehatan, dan kenyamanan.
Skema ini mendorong partisipasi aktif warga, sehingga bantuan pemerintah dapat dimaksimalkan melalui semangat kebersamaan di tingkat lokal.
(*)





