Dua Bulan, Nyaris 22 Ribu Rumah Subsidi Merangsek 343 Kota

Sepanjang Januari-Februari 2026 terdapat 21.834 rumah subsidi merangsek 343 kabupaten dan kota di 33 provinsi Indonesia/foto: tapera.go.id

Jakarta, landbank.co.id– Sepanjang Januari-Februari 2026 terdapat 21.834 rumah subsidi merangsek 343 kabupaten dan kota di 33 provinsi Indonesia.

Mengutip data Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), 21.834 rumah subsidi itu mendapat kucuran kredit pemilikan rumah (KPR) berskema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) alias KPR FLPP sekitar Rp2,72 triliun.

Bacaan Lainnya

KPR FLPP rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) itu disalurkan oleh 27 bank dan tersebar di 4.240 perumahan yang ada di Indonesia.

Baca juga: Ini Daftar Lengkap Bank Penyalur KPR FLPP Tahun 2026

Tiga kota dan kabupaten tertinggi dalam penyerapan KPR FLPP kali ini adalah Kabupaten Bekasi senilai Rp190,41 miliar setara 1.419 rumah subsidi.

Lalu, Kabupaten Bogor sekitar Rp118,62 miliar (886 unit), dan Kabupaten Karawang senilai Rp93,32 miliar (777 unit).

Mengutip data BP Tapera, wilayah yang menyerap rumah subsidi terbesar pada periode Januari-Februari 2026 ditempati oleh Provinsi Jawa Barat, yakni senilai Rp675,61 miliar setara untuk sebanyak 5.365 rumah subsidi.

Baca juga: Realisasi KPR FLPP Tahun 2025 Tembus 278 Ribu

Di posisi kedua ditempati oleh Provinsi Sulawesi Selatan senilai Rp225,49 miliar untuk sebanyak 2.045 rumah subsidi.

Lalu, Provinsi Jawa Tengah menjadi provinsi ketiga terbesar dalam menyerap KPR FLPP dua bulan pertama 2026, yakni senilai Rp208,43 miliar setara 1.747 unit.

Masih mengutip data BP Tapera, pembiayaan 21.834 rumah bagi MBR itu setara dengan sekitar 6,24 persen dari target penyaluran KPR FLPP tahun 2026 yang sebanyak 350 ribu unit.

Baca juga: Menteri PKP Dorong Target FLPP 2026 Lampaui Sasaran

BP Tapera mengaku optimistis penyaluran dana FLPP akan terus meningkat setiap bulannya.

Pos terkait