Devisa Pariwisata Ditaksir Tembus Rp305 Triliun

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menaksir bahwa devisa pariwisata Indonesia bisa menyentuh US$18,35 miliar sepanjang 2025/foto: kemenpar

“Jika kita membandingkan dengan Malaysia, misalnya, kita perlu mengecualikan data ekskursionis, yakni pelancong yang hanya melintas singkat untuk kebutuhan harian. Dengan perbandingan yang setara, pertumbuhan Indonesia sangat kompetitif,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti.

 

Bacaan Lainnya

Tantangan 2026

Menyongsong 2026, Kementerian Pariwisata mengkurasi lima program unggulan, yakni penguatan keamanan pariwisata, peningkatan skala dan kualitas desa wisata, pengembangan Paket Wisata Tematik, penguatan program Event by Indonesia, serta Tourism 5.0 melalui pemanfaatan teknologi.

Selain gastronomi, wisata kesehatan (wellness), dan bahari, pengembangan kini merambah sektor seni, desain, dan tekstil untuk memperluas daya tarik bagi segmen wisatawan menengah ke atas (high-end travelers).

Meski mencatat pertumbuhan positif, Menpar juga menyoroti sejumlah tantangan fundamental. Pertama, konektivitas. Sebagai negara kepulauan, akses udara dan laut menjadi kunci. Pemerintah mengupayakan penyesuaian harga tiket domestik agar lebih kompetitif melalui tinjauan regulasi, pemberian insentif, serta penambahan armada pesawat yang sempat berkurang pascapandemi.

Kedua, kebijakan visa. Pemerintah menyeimbangkan antara pendapatan langsung dari biaya visa dan manfaat ekonomi jangka panjang dari kebijakan bebas visa agar Indonesia tetap kompetitif di kawasan ASEAN.

Ketiga, pengelolaan lingkungan dan keamanan. Penanganan sampah di destinasi menjadi prioritas untuk menjaga citra pariwisata, sementara standar operasional prosedur (SOP) wisata alam dan bahari terus diperketat.

Keempat, manajemen pengunjung. Upaya pencegahan kepadatan berlebih dilakukan untuk melindungi lingkungan dan memastikan praktik pariwisata yang etis.

Kelima, ketersediaan tenaga kerja pariwisata bersertifikat. Pemerintah menggencarkan program upskilling tahunan guna mencetak tenaga kerja yang siap bersaing di tingkat global.

“Saat ini kami melaksanakan program upskilling tahunan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pariwisata,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti.

Menteri Pariwisata optimistis, dengan kolaborasi lintas sektor, pariwisata Indonesia akan tumbuh sebagai sektor berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi seluruh rakyat.

“Pariwisata harus menjadi kekuatan bersama yang menghadirkan kesejahteraan dan kebanggaan nasional,” kata dia.

 

(*)

Pos terkait