Devisa Pariwisata Ditaksir Tembus Rp305 Triliun

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menaksir bahwa devisa pariwisata Indonesia bisa menyentuh US$18,35 miliar sepanjang 2025/foto: kemenpar

Jakarta, landbank.co.id– Indonesia yang mencatat pertumbuhan kunjungan wisman kedua terbesar di kawasan ASEAN terus mendulang devisa pariwisata.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menaksir bahwa devisa pariwisata Indonesia bisa menyentuh US$18,35 miliar sepanjang 2025.

Bacaan Lainnya

Bila dikonversi dengan kurs Rp16.500 per dolar Amerika Serikat, Indonesia mengoleksi devisa pariwisata sekitar Rp305,74 triliun pada 2025.

Dalam publikasi tertulisnya Kemenpar menjelaskan bahwa rata-rata pengeluaran per kunjungan wisatawan internasional meningkat menjadi US$1.259 pada tiga kuartal pertama 2025, melampaui target US$1.220.

Dampaknya, penerimaan devisa pariwisata tercatat sebesar US$13,82 miliar dan diproyeksikan menembus US$18,53 miliar pada akhir 2025.

Terkait pengembangan sektor pariwisata, Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menjelaskan, pemerintah saat ini memfokuskan pembangunan pada pariwisata berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat lokal di 13 destinasi utama yang terdiri atas 10 Destinasi Pariwisata Prioritas dan 3 Destinasi Regeneratif. Di saat yang sama, ruang tetap dibuka bagi pemerintah daerah dan pelaku industri untuk memimpin pengembangan destinasi lainnya secara mandiri.

“Visi kami tidak hanya menarik kunjungan wisatawan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan memastikan peluang yang adil bagi seluruh masyarakat,” papar dia di hadapan Harvard Indonesian Student Association (HISA) dalam forum bertajuk “Leaders’ Meeting: Beyond Destinations – Reimagining Indonesia’s Tourism Future” di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa 20 Januari 2026.

HISA adalah organisasi mahasiswa resmi Universitas Harvard yang mewadahi mahasiswa Indonesia serta peminat studi tentang Indonesia.

Dia menerangkan, sepanjang 2025, sektor pariwisata mencatat kinerja solid. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 13,98 juta pada periode Januari–November 2025 dan diproyeksikan menyentuh 15,34 juta kunjungan pada akhir Desember, melampaui target batas atas sebesar 15 juta kunjungan.

Sektor ini juga menjadi motor penciptaan lapangan kerja dengan menyerap 25,91 juta tenaga kerja per Agustus 2025 dan ditargetkan meningkat menjadi 26,53 juta pada 2026.

Menteri Pariwisata secara transparan memaparkan posisi Indonesia di tingkat ASEAN. Dari sisi jumlah kunjungan absolut pada periode Januari–November 2025, Indonesia menempati peringkat kelima. Tantangan utama yang dihadapi antara lain tingginya brand awareness negara tetangga, seperti Thailand melalui diplomasi kuliner globalnya, serta kebijakan visa Indonesia yang relatif lebih ketat.

Namun, dari sisi pertumbuhan, Indonesia menempati peringkat kedua tertinggi di kawasan. Menteri Widiyanti juga menekankan pentingnya penggunaan data yang adil dalam perbandingan kinerja antarnegara.

Pos terkait