Dengan telah turunnya DIPA dan lengkapnya perangkat pengelola anggaran, Otorita IKN optimistis pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan Ibu Kota Nusantara pada tahun 2026 dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta bangsa Indonesia.
Tri City Ekonomi
Sementara itu, Otorita IKN terus memperkuat fondasi ekonomi kawasan dengan mendorong UMKM sebagai penggerak utama ekosistem investasi dan kemudahan berusaha.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Kegiatan Penguatan Ekosistem Investasi dan Kemudahan Berusaha di IKN yang dihadiri UMKM binaan Bank Indonesia, UMKM binaan Otorita IKN, serta pelaku UMKM di wilayah delineasi IKN. Kegiatan ini digelar di Swissôtel Nusantara, Rabu 17 Desember 2025.
Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi sekaligus penguatan kapasitas UMKM terhadap potensi investasi di IKN, khususnya dalam mendukung pengembangan ekonomi kawasan Tri City yang terintegrasi antara Nusantara, Balikpapan, dan Samarinda.
Beragam agenda strategis dibahas dalam kegiatan ini, mulai dari pembukaan peluang investasi dan usaha bagi UMKM dalam pengembangan ekosistem Tri-City, kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk mendukung ekosistem berusaha, hingga pemaparan kepastian bagi investor pelopor pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 185/PUU-XXII/2024.
Baca juga: 42 Perusahaan Minati IKN, Ada Sektor Properti
Selain itu, peserta juga mendapatkan sosialisasi Rancangan Peraturan Kepala OIKN terkait formula, besaran, dan tata cara pembayaran tarif kontribusi atas pengalokasian ADP OIKN.
Pengembangan ekonomi IKN dirancang dalam kerangka Tri-City Economy, di mana Nusantara diposisikan sebagai pusat pemerintahan serta investasi hijau dan berkelanjutan. Samarinda akan dikembangkan sebagai pusat sejarah dengan sektor energi yang diremajakan, sedang Balikpapan berperan sebagai pusat industri hilir migas dan logistik Kalimantan.
Dalam kesempatan ini, Otorita IKN bersama Bank Indonesia menegaskan komitmen untuk memperkuat ekonomi UMKM melalui berbagai langkah strategis, antara lain penataan kawasan tematik, kemudahan akses pembiayaan, kurasi UMKM agar naik kelas menuju investasi, digitalisasi UMKM, serta integrasi UMKM ke dalam rantai pasok (supply chain). Saat ini, tercatat sebanyak 888 UMKM binaan Otorita IKN yang tersebar di tujuh kecamatan wilayah delineasi IKN.
Direktur Investasi dan Kemudahan Berusaha Otorita IKN, Ferdinand Kana Lo, menyampaikan harapannya agar UMKM di kawasan IKN dapat terus berkembang dan bertransformasi menjadi usaha berskala lebih besar.
“Saya berharap UMKM kita ini dapat bertransformasi menjadi besar. Kami akan menampung seluruh masukan dan saran dari Bapak/Ibu. Melalui kolaborasi, kita ingin membangun dan mengembangkan ekosistem ekonomi Nusantara yang kuat dengan UMKM sebagai tulang punggungnya,” kata Ferdinand.
Baca juga: Muncul Konsorsium Baru yang Berniat Bangun Rusun di IKN
Selain itu, Otorita IKN juga berkomitmen untuk terus memperhitungkan dukungan untuk pertumbuhan UMKM dalam perancangan dan rencana pembangunan infrastruktur di IKN.
(*)





