Site icon Landbank.co.id

Dampak Kesalahan Hitung BWF, PBSI: Indonesia Dirugikan, Khususnya untuk Ganda Putra

Potret Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri dalam turnamen seri BWF./Foto: PBSI.

Jakarta, landbank.co.id – Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) melayangkan reaksi keras kepada Federasi Bulu Tangkis Dunia atau BWF.

Aksi protes itu dilakukan PBSI usai BWF melakukan kesalahan perhitungan poin dalam klasemen persaingan menuju Olimpiade Paris 2024.

Permasalahan bermula usai kesalahan dalam menghitung poin pasangan ganda putra Prancis Ronan Labar/Lucas Corvee yang dilakukan BWF.

Awalnya, Labar/Covee berada dalam zona lolos ke Olimpiade Paris 2024, namun BWF merevisi kesalahan hitungnya sehingga membuat rekan senegara mereka Christo Popov/Toma Junior Popov memiliki poin yang lebih baik.

Akibat kesahalan tersebut, Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) Fadil Imran mengungkapkan jika Indonesia terkena imbas karena kesalahan tersebut.

Fadli mengatakan, jika terdapat sejumlah pebulu tangkis Indonesia yang dirugikan akibat kesalahan perhitungan poin yang dilakukan BWF.

“Kesalahan perhitungan yang dilakukan BWF secara langsung tidak hanya merugikan pasangan Indonesia, khususnya Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri, tetapi juga seluruh pasangan yang bertarung di Road to Paris 2024,” ujar dia dalam dikutip dari keterangan tertulis PBSI yang dilihat Sabtu, 13 Juli 2024.

Fadil menilai kesalahan perhitungan poin itu merugikan Fikri/Bagas pada ajang sebelumnya. Salah satu contohnya adalah ketika mereka tampil di Badminton Asia Championships 2024.

Seperti diketahui, kala itu Bagas/Fikri menyandang status unggulan kedelapan, padahal awalnya mereka menjadi unggulan kesembilan.

Perubahan status ini disinyalir memberi tekanan kepada Fikri / Bagas hingga akhirnya kalah di babak pertama.

Sementara itu, Fadil juga merasa ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto bakal dirugikan saat berlaga di fase grup Olimpiade Paris 2024.

Dengan bertambahnya jumlah kontestan, akan membuat tiga grup berisi empat pasangan dan satu grup lainnya berisi lima pasangan

“Jika nanti Fajar Alfian / Muhammad Rian Ardianto masuk ke grup itu (yang berisi lima pasangan), maka mereka akan bertanding empat kali di fase grup. Ini sangat merugikan karena ada penambahan satu pertandingan,” tuturnya.

Fadil memasikan PBSI bakal mengirim surat ke BWF atas kejadian ini. Ia mengungkapkan pihaknya ingin meminta pertanggungjawaban atas semua kerugian yang dialami Indonesia.
(*)

Exit mobile version