CBRE: Pasar Properti Jakarta Tumbuh pada 2026

Pasar properti Jakarta 2026 diproyeksi tumbuh didorong ekspansi korporasi, pertumbuhan ekonomi 5%, serta kuatnya sektor perkantoran, industri, ritel, dan hotel./Foto: dok. CBRE.

Industri dan Logistik Tetap Kuat

Sektor industri dan logistik juga menunjukkan performa solid. Head of Industrial Services CBRE Indonesia, Ivana Soesilo, menyebut penyerapan lahan industri sepanjang 2025 mencapai sekitar 218 hektare.

Bacaan Lainnya

Tingkat okupansi pusat logistik bahkan mencapai sekitar 95 persen pada akhir 2025. Peningkatan investasi di sektor manufaktur, kendaraan listrik, e-commerce, dan FMCG menjadi pendorong utama tingginya permintaan.

Kondisi tersebut membuat harga lahan industri dan tarif sewa logistik tetap stabil, meskipun tekanan terhadap ketersediaan pasokan mulai terlihat.

Ritel dan Hotel Stabil

Di sektor ritel, tingkat okupansi pusat perbelanjaan tetap berada di atas 85 persen sepanjang 2025. Mal kelas atas mencatat tingkat okupansi sekitar 95 persen, didukung inovasi konsep gaya hidup, pop-up store, serta penguatan portofolio merek premium.

Sementara itu, pertumbuhan kunjungan wisatawan dinilai akan memperbaiki kinerja sektor perhotelan melalui peningkatan tingkat hunian.

Angela menambahkan, secara regional pasar properti Asia-Pasifik diperkirakan memasuki tahun yang kuat pada 2026, dengan peningkatan aktivitas investasi dan penyewaan.

Indonesia dinilai tetap menarik bagi investor asing berkat sumber daya alam yang melimpah, kekuatan sektor komoditas, serta pasar konsumen yang besar dan terus berkembang.

(*)

Pos terkait