Manajemen CBDK pernah mengatakan bahwa daya tarik kawasan pusat bisnis CBD PIK2 sebagai pusat aktivitas bisnis tetap relevan bagi pelaku usaha dan investor, meskipun permintaan properti secara umum mengalami penyesuaian.
CBDK memandang kondisi saat ini sebagai bagian dari fase konsolidasi strategis, di mana Perseroan lebih mengedepankan kualitas penjualan, selektivitas produk, serta optimalisasi nilai kawasan dibandingkan ekspansi agresif jangka pendek.
Sementara itu, pada 2025, jumlah aset CBDK sebesar Rp22,58 triliun atau tumbuh sekitar 12 persen bila dibandingkan dengan setahun sebelumnya yang sekitar Rp20,27 triliun.
Baca juga: CBDK Alokasikan Dana Buyback Saham Rp250 Miliar
Sebaliknya, liabilitas CBDK turun sekitar 11 persen, yakni dari Rp11,95 triliun menjadi senilai Rp10,59 triliun.
Ekuitas CBDK tercatat meningkat sekitar 43 persen pada 2025, yakni menjadi Rp11,98 triliun dari semula Rp8,32 triliun tahun 2024.
Per 31 Desember 2025, para pemegang saham CBDK terdiri atas PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk sebesar 87,26 persen, PT Agung Sedayu 1,37 persen, PT Tunas Mekar Jaya 1,37 persen, dan masyarakat 10 persen.
Baca juga: CBDK Fokus Recurring Income
(*)





