CBDK Alokasikan Dana Buyback Saham Rp250 Miliar

PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) mengalokasikan anggaran sebesar Rp250 miliar untuk membeli kembali saham atau buyback saham pada 2026/foto: capture cbdk

Jakarta, landbank.co.id– PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) mengalokasikan anggaran sebesar Rp250 miliar untuk membeli kembali saham atau buyback saham pada 2026.

Anggaran buyback saham PT Bangun Kosambi Sukses Tbk itu termasuk biaya transaksi seperti biaya pedagang perantara dan biaya lainnya dalam pembelian kembali.

Bacaan Lainnya

“Pembelian kembali saham (buyback saham) Perseroan akan dilaksanakan terhitung sejak tanggal 3 Februari 2026 hingga 2 Mei 2026,” dikutip dari publikasi tertulis manajemen PT Bangun Kosambi Sukses Tbk dikutip Senin 9 Februari 2026.

Dalam melakukan pembelian kembali saham, Perseroan akan tetap memperhatikan batasan maksimum yang diperkenankan dalam pelaksanaan pembelian kembali saham sebagaimana diatur dalam Pasal 8 POJK 13/2023 dan Pasal 14 POJK 29/2023 dan jumlah saham yang beredar yang harus dipenuhi oleh Perseroan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Emiten berkode saham CBDK di Bursa Efek Indonesia itu juga mengaku bahwa pihaknya berkomitmen untuk menjaga keyakinan terhadap nilai pertumbuhan jangka panjang.

Baca juga: Ini Pertimbangan Buyback Saham JRPT Tahun 2026

“Langkah ini dilakukan bukan karena adanya penurunan kinerja maupun pelemahan fundamental Perseroan,” kata manajemen CBDK.

Anak usaha PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) ini menegaskan bahwa pihaknya tetap memiliki kondisi keuangan yang sehat, kinerja operasional yang stabil, serta prospek usaha jangka panjang yang baik.

Pada saat keterbukaan informasi CBDK disampaikan, pergerakan harga saham Perseroan dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara year to date (ytd) mencerminkan rentang penurunan.

Terhitung sejak awal tahun berjalan hingga 3 Februari 2026, harga saham Perseroan tercatat mengalami penurunan dalam kisaran hingga 30,5 persen, sedangkan pada periode yang sama IHSG mencatatkan penurunan dalam kisaran hingga 6,4 persen.

Baca juga: Aset CBDK Sentuh Rp21,89 Triliun

Sehubungan dengan kondisi tersebut, pembelian kembali saham dimaksudkan untuk membantu mengurangi tekanan jual di pasar pada saat indeks harga saham sedang berfluktuasi, sekaligus memberikan indikasi kepada investor bahwa Perseroan memandang harga saham saat ini belum sepenuhnya mencerminkan fundamental dan nilai intrinsik Perseroan.

Pembelian kembali saham merupakan langkah Perseroan dalam merespons kondisi pasar modal yang berfluktuasi, khususnya pergerakan IHSG yang dipengaruhi oleh faktor eksternal dan sentimen pasar,” tegas manajemen CBDK.

Pos terkait