Nilai transaksi final atas pengambilalihan saham BPP oleh Perseroan adalah Rp536.233.171.320 yang mana komposisinya Rp416.235.755.320 dari PMHMETD I dan Rp119.997.416.000 dari kas Perseroan.
Kini, status kepemilikan BPP adalah 99,99 persen Perseroan dan PT Nusantara Bali Realti sebesar 0,01 persen.
Pada 2026, proyek BPP berada dalam tahap praoperasional (preops). Pengembangan BPP sejalan dengan strategi pengembangan Perseroan dengan target pertumbuhan jangka panjang.
Jumlah dana PMHMETD I yang telah direalisasikan untuk pengambilan saham BPP adalah sebesar Rp416.235.755.320 atas pembayaran sisa harga pengambilalihan 99,99 persen.
Baca juga: BUVA Manfaatkan Laba untuk Operasional, Tidak Bagi Dividen
“Jumlah dana PMHMETD I yang masih tersisa untuk pengambilalihan saham BPP adalah nol rupiah. Ada pun jumlah dana PMHMETD I keseluruhan yang masih tersisa sampai saat ini adalah Rp107.441.033.940,” urai manajemen BUVA.
Jumlah dana yang telah direalisasikan terkait dengan pengembangan lahan di Pecatu, Bali adalah Rp76,60 miliar, yaitu untuk penyertaan modal di PT Bukit Bali Permai yang selanjutnya akan digunakan oleh PT Bukit Bali Permai untuk belanja modal berupa pembelian lahan di daerah Pecatu, Bali.
Baca juga: Antrean Perusahaan yang Mau Masuk Bursa Bertambah, Ada Perusahaan Properti
Perseroan akan melakukan pembelian dan pengembangan lahan di daerah Pecatu, Bali yang mana sampai dengan saat ini masih dalam tahap perencanaan dan kajian internal untuk selanjutnya realisasi penggunakan dana akan dipublikasikan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
(*)





