Site icon Landbank.co.id

BRI Guyur Rp2,59 Triliun untuk Rumah Subsidi

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menyalurkan Rp2,59 triliun dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada 2023/foto: bri.co.id

Jakarta, landbank.co.id– PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menyalurkan Rp2,59 triliun dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada 2023.

Dana FLPP yang disalurkan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk ditujukan untuk pembiayaan 22.076 rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Mengutip data Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), penyaluran dana FLPP yang dilakukan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk bersinergi dengan 1.595 pengembang.

Pembiyaan rumah subsidi yang dilakukan emiten bank berkode saham BBRI itu tersebar di 2.404 perumahan.

Perumahan yang disasar oleh BBRI itu terletak di 248 kota dan tersebar di 32 provinsi di Indonesia.

Masih mengutip data BP Tapera, penyaluran dana FLPP BRI pada 2023 ternyata naik sekitar 14 persen, mengingat pada 2022 tercatat sekitar Rp2,28 triliun.

Dari sisi volume, rumah yang dibiayai BRI juga terlihat meningkat sekitar 7 persen, yakni dari 20.541 unit menjadi 22.076 unit.

Pada 2023, BP Tapera menggandeng 40 bank penyalur dana FLPP melalui Kredit Pemilikan Rumah Sejahtera bagi MBR.

BRI menjadi bank terbesar ketiga dalam menyalurkan dana FLPP 2023.

Tahun lalu, total dana FLPP yang disalurkan secara nasional oleh 40 bank penyalur senilai Rp26,32 triliun untuk 229 ribu rumah.

“Realisasi penyaluran dana FLPP tahun 2023 tercapai sesuai target sebesar 229.000 unit dicapai lebih awal 13 hari dibandingkan dengan target FLPP pada tahun 2022 sebesar 226.000 unit,” kata Komisioner Bp Tapera, Adi Setianto di Jakarta, baru-baru ini.

Adi Setianto menegaskan, pencapaian tersebut berkat kerja keras dari semua stakeholder, termasuk para bank penyalur.

Tahun 2024, jumlah bank penyalur menyusut menjadi 31 perusahaan. Mereka akan menyalurkan pembiayaan untuk sebanyak 220 ribu rumah.

“Tahun ini kami sudah menyeleksi bank penyalur, karena yang belum menyalurkan di atas 100 unit tidak bisa bekerja sama tahun ini. Dan tahun depan jika kami temukan masih terdapat rumah yang belum siap huni saat akad, maka kami akan mengeluarkan sanksi bagi bank dan pengembang. Mekanisme pemutusan kerja sama dengan bank dan pengembang perumahan akan dilakukan secara bertahap,” tegas Adi Setianto.

 

 

(*)

Exit mobile version