Jakarta, landbank.co.id – Program perumahan rakyat melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) terus menunjukkan progres positif.
Hingga Agustus 2025, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) telah menyalurkan subsidi perumahan sebanyak 161.500 unit rumah atau setara 47% dari target 350.000 unit tahun ini.
Capaian tersebut terungkap dalam rapat Komite Tapera yang digelar di Gedung Jusuf Anwar, Kementerian Keuangan, Rabu (27/8/2025).
Rapat dipimpin langsung oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) sekaligus Ketua Komite Tapera, Maruarar Sirait (Ara), serta dihadiri Menteri Keuangan, Menteri Ketenagakerjaan, Komisioner OJK Frederica Widyasari Dewi, unsur profesional Eko Djoeli, dan jajaran eselon I dari Kemenkeu, Kemenaker, hingga OJK.
Dalam rapat itu, Komite Tapera membahas sejumlah agenda penting, mulai dari evaluasi kinerja semester I tahun 2025, capaian kinerja tahun 2024, hingga rencana strategis (Renstra) BP Tapera 2025–2029 yang mencakup tata kelola, perluasan kepesertaan, dan pengembangan layanan.
Menteri Ara menegaskan perlunya langkah konkret untuk memperluas akses perumahan, terutama di daerah strategis.
“Ada beberapa masukan untuk BP Tapera, seperti penguatan strategi marketing database. Selain itu, Menteri Keuangan juga menekankan agar fokus diarahkan ke kawasan ekonomi khusus (KEK) serta daerah industri sentral seperti Serang, Batang, Morowali, dan Gresik,” jelasnya.
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menambahkan bahwa realisasi program FLPP akan terus dikebut hingga akhir tahun.
“Per hari ini sudah tersalurkan 161.500 unit rumah atau sekitar 47% dari target 350.000 unit. Kami optimistis target bisa tercapai,” kata Heru.
Program Tapera diharapkan tidak hanya membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) memiliki rumah layak huni, tetapi juga mendorong pertumbuhan sektor properti yang menjadi salah satu penggerak utama perekonomian nasional.
(*)