“Akuisisi ini dilakukan untuk memperkuat pengembangan rumah tapak di wilayah buffer city Jakarta, yang secara permintaan masih sangat potensial dan didominasi oleh kebutuhan end user,” ujar Bayu Setiawan dalam keterangan tertulis kepada media, baru-baru ini.
Proyek Baru
Geliat pasar perumahan tapak tahun ini tak terlepas dari sejumlah faktor dan denyut tahun 2025.
“Pada semester kedua 2025, pasar perumahan tapak menunjukkan performa yang stabil dengan keseimbangan antara pasokan baru dan permintaan,” kata Milda Abidin.
Baca juga: Lebih dari 47 Ribu Rumah Guyur Jabodebek Banten
Dia menambahkan, meskipun peluncuran klaster baru mengalami penyesuaian sebesar 53 persen dan permintaan berkurang hingga hampir setengah dari tahun sebelumnya, penyerapan pasar tetap seimbang dengan pasokan yang diluncurkan.
“Penurunan ini menciptakan keseimbangan baru antara permintaan dan pasokan yang sama-sama terbatas,” tambah dia.
Milda menerangkan, kepercayaan pengembang terhadap sektor ini secara jangka panjang tetap kuat, tercermin dari peluncuran township baru seluas sekitar 150 hektare di Bogor, Jawa Barat melalui kolaborasi antara pengembang lokal dan asing.
Keterjangkauan terus menjadi daya tarik utama pasar, dengan segmen menengah ke bawah menunjukkan pertumbuhan penyerapan cukup tinggi, diikuti segmen menengah.
“Dukungan pemerintah melalui perpanjangan insentif keringanan pajak meningkatkan daya beli dari sisi end buyer,” kata Milda Abidin.
Baca juga: Rumah Modern dengan Konsep Hijau di Kota Wisata Ecovia Mulai Rp1,8 Miliar
Konsultan properti itu juga menyatakan bahwa fleksibilitas pembayaran menjadi penting dengan pengembang menawarkan jangka waktu yang diperpanjang dan skema bertahap.
Selain itu, hal yang juga penting adalah hadirnya kemitraan dengan berbagai lembaga pembiayaan untuk menarik pembeli di semua segmen.
Mengutip data JLL Indonesia, Jabodetabek sepanjang semester pertama 2025 diguyur peluncuran rumah tapak baru sekitar 3.000 unit, sedangkan pada semester kedua 2025 sebanyak 3.800 unit.
Pada semester pertama 2025, total permintaan rumah tapak di Jabodetabek tercatat sebanyak 3.700 unit, sedangkan semester pertama 2025 sebanyak 3.900 unit.
Baca juga: Bisnis Rumah Tapak di Jabodetabek Masih Menjanjikan
Dari sisi tingkat penjualan (sales rate), pada semester pertama dan kedua tahun 2025 stabil di angka 88 persen.
(*)





