Bisnis Rumah Tapak Jabodetabek Terus Berkembang

Pasar rumah tapak (landed house) di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi atau Jabodetabek diprediksi terus menggeliat pada 2026/foto: landbank.co.id

Jakarta, landbank.co.id– Pasar rumah tapak (landed house) di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi atau Jabodetabek diprediksi terus menggeliat pada 2026.

Maklum, mengutip data JLL Indonesia, setahun sebelumnya Jabodetabek diguyur tidak kurang dari 6.800 rumah tapak baru dengan tingkat penjualan (sales rate) sekitar 88 persen.

Bacaan Lainnya

Pasar perumahan tapak Jabodetabek diprediksi terus berkembang, didorong oleh pembangunan infrastruktur dan kemudahan akses transportasi,” urai Milda Abidin, senior director Strategic Consulting JLL Indonesia dalam publikasi tertulis dikutip Jumat 13 Februari 2026.

Masih menjanjikannya bisnis rumah tapak di kawasan berpenduduk tak kurang dari 30 juta jiwa ini juga diakui kalangan pengembang properti.

Baca juga: Penjualan Rumah di Jabodebek-Banten Sentuh Rp4,11 Triliun

Salah satu sinyal minat untuk mengembangkan landed house terlihat dari pemegang saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) yang berpeluang mengembangkan proyek rumah tapak di kawasan penyangga (buffer city) kota Jakarta.

Proyek rumah tapak itu dikembangkan menyusul langkah akuisisi yang dilakukan oleh PT Karya Permata Inovasi Indonesia (KPII), sang pemilik saham pengendali PT Diamond Citra Propertindo Tbk.

Per 23 Oktober 2025, PT Karya Permata Inovasi Indonesia memiliki 29,6 persen saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk yang mengusung kode saham DADA di Bursa Efek Indonesia.

Baca juga: Saham Emiten Properti Ini Terus Menggeliat

Direktur dan Chief Executive Officer (CEO) PT Diamond Citra Propertindo Tbk, Bayu Setiawan, menyampaikan bahwa akuisisi ini merupakan bagian dari strategi jangka menengah pihak pengendali dalam mengelola permodalan dan ekspansi bisnis secara terukur.

Pos terkait