Jakarta, landbank.co.id- Bisnis residensial rumah tapak (landed house) di kawasan Jabodetabek dinilai masih cukup menjanjikan pada 2026.
Mencuatnya permintaan rumah tapak mengingat Jabodetabek yang mencakup kota Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, dan Tangerang itu dihuni tak kurang dari sekitar 30 juta jiwa.
Karena itu, minat pengembang properti mengembangkan proyek rumah tapak di Jabodetabek terus bergulir pada 2026.
Salah satu sinyal minat untuk mengembangkan landed house terlihat dari pemegang saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) yang berpeluang mengembangkan proyek rumah tapak (landed house) di kawasan penyangga (buffer city) kota Jakarta.
Proyek rumah tapak itu dikembangkan menyusul langkah akuisisi yang dilakukan oleh PT Karya Permata Inovasi Indonesia (KPII), sang pemilik saham pengendali PT Diamond Citra Propertindo Tbk.
Per 23 Oktober 2025, PT Karya Permata Inovasi Indonesia memiliki 29,6 persen saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk yang mengusung kode saham DADA di Bursa Efek Indonesia.
Baca juga: Saham Emiten Properti Ini Terus Menggeliat
Direktur dan Chief Executive Officer (CEO) PT Diamond Citra Propertindo Tbk, Bayu Setiawan, menyampaikan bahwa akuisisi ini merupakan bagian dari strategi jangka menengah pihak pengendali dalam mengelola permodalan dan ekspansi bisnis secara terukur.
“Akuisisi ini dilakukan untuk memperkuat pengembangan rumah tapak di wilayah buffer city Jakarta, yang secara permintaan masih sangat potensial dan didominasi oleh kebutuhan end user,” ujar Bayu Setiawan dalam keterangan tertulis kepada media, Sabtu, 10 Januari 2026.
Dalam keterangan tertulis yang sama dijelaskan bahwa KPII mengakuisisi 99,9 persen saham PT Pejaten Kreasi Sukses Indonesia (PKSI) dengan nilai sekitar Rp174,8 miliar.
Akuisisi ini dinilai menjadi fondasi nyata ekspansi bisnis ke segmen hunian tapak (landed housing) yang dinilai masih memiliki permintaan kuat, khususnya dari end user.
Melalui transaksi ini, KPII resmi menjadi pemegang saham pengendali PKSI dan membuka peluang pengembangan proyek-proyek perumahan tapak di sejumlah kawasan potensial, terutama di wilayah penyangga Jakarta seperti Depok, Bogor, dan Tangerang Selatan.
Bersama PKSI, KPII akan fokus mengembangkan perumahan tapak dengan konsep yang berbeda dari hunian konvensional.
Baca juga: Begini Harga Lahan Perumahan di Jabodetabek Tahun 2026
Setiap proyek dirancang tidak hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai kawasan hunian yang memiliki nilai tambah, mulai dari tata kawasan yang terencana, desain rumah yang fungsional, harga yang affordable, hingga fasilitas pendukung yang menunjang kenyamanan dan kualitas hidup penghuni.
Segmen rumah tapak di kawasan penyangga Jakarta dinilai masih menjadi motor utama pertumbuhan sektor residensial, seiring tingginya kebutuhan hunian end user serta dukungan kebijakan pemerintah terhadap sektor properti.





