Peningkatan ini dinilai sebagai bukti bahwa pemulihan pariwisata berlangsung secara konsisten dan terarah.
Sementara itu Ketua Umum BPP (Badan Pimpinan Pusat) PHRI, Hariyadi B Sukamdani, menegaskan pentingnya posisi Jakarta sebagai pintu gerbang utama pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Jakarta punya potensi yang sangat luar biasa dan kita menginginkan kesuksesan Jakarta ini bisa menjadi kesuksesan kita bersama untuk mengangkat Indonesia melalui Jakarta menjadi salah satu panggung dunia untuk kemajuan pariwisata kita dan ekonomi kreatif budaya kita,” harapnya.
Musda XVI PHRI DKI Jakarta menjadi wadah konsolidasi pemangku kepentingan perhotelan dan restoran dalam mempersiapkan daya saing industri menyambut 500 tahun Jakarta.
Baca juga: Pendanaan Inklusif Memperkuat Peran Ekonomi Kreatif
Kehadiran Wamen Ekraf mempertegas komitmen pemerintah dalam memperkuat sinergi antara sektor hospitality dan ekosistem kreatif Indonesia.
Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa di tengah pemulihan kondisi perekonomian tahun 2024, jumlah usaha jasa akomodasi meningkat dibandingkan tahun 2023, yaitu bertambah 7,48 persen. Jumlah usaha jasa akomodasi pada tahun 2024 sebesar 31.175 usaha.
Data ini menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi sejalan dengan geliat usaha jasa pariwisata.
Data BPS memerlihatkan bahwa jumlah hotel berbintang di Indonesia terus meningkat bahkan sudah melampaui sebelum pandemi Covid-19.
Baca juga: Hotel dan Restoran Diguyur Investasi Rp39,47 Triliun
Pada 2020, jumlah hotel berbintang di Indonesia sebanyak 3.844 unit, namun anjlok menjadi 3.521 unit pada 2021 ketika pandemi Covid-19 melanda dunia, termasuk Indonesia.
Kini, pada 2024, jumlah hotel berbintang mencapai sebanyak 4.584 unit. “Jumlah hotel bintang di tahun 2024 cukup tinggi dan lebih besar dari kondisi sebelum pandemi Covid-19,” dilansir Statistik Hotel dan Akomodasi Lainnya Tahun 2024 besutan BPS.
(*)





