Bisnis Hotel Akhir Tahun, Paradise Indonesia: Peluang Tumbuh Kuat

Paradise Indonesia optimistis mampu mendulang cuan dari bisnis hotel (hospitality) ketika musim libur akhir tahun 2025 tiba/foto: inpp

Destinasi ikonik Perusahaan senantiasa menarik tingkat kunjungan yang kuat dari konsumen maupun wisatawan.

Selain Bali yang tetap menjadi destinasi unggulan wisatawan mancanegara, data Badan Pusat Statistik menunjukkan Jawa Barat sebagai salah satu provinsi dengan aktivitas wisatawan domestik yang tertinggi.

Bacaan Lainnya

Di wilayah ini, salah satu aset andalan Paradise Indonesia adalah 23 Paskal Shopping Center, yang menjadi salah satu destinasi lifestyle paling ramai dikunjungi di Jawa Barat, khususnya kota Bandung.

Untuk mengakomodasi permintaan yang terus meningkat, Paradise Indonesia baru-baru ini memperluas 23 Paskal Shopping Center.

Baca juga: Paradise Indonesia Berharap Recurring Income dari Bandung Bertambah

Kehadiran taman hiburan keluarga Skyward yang ada di rooftop mal semakin memperkuat daya tariknya sebagai destinasi rekreasi keluarga dan lifestyle.

Hingga periode kuartal ketiga 2025, segmen perhotelan menyumbang Rp457,1 miliar terhadap total pendapatan Paradise Indonesia.

Pendapatan hotel milik emiten berkode saham INPP itu tumbuh 7,7 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Lalu, segmen komersial membukukan peningkatan 14,4 persen yoy menjadi Rp417,8 miliar.

Sejalan dengan meningkatnya aktivitas pariwisata, kedua segmen tersebut diperkirakan akan memperoleh katalis positif tambahan menjelang akhir tahun, dan akan terus memperkuat basis pendapatan berulang Perusahaan.

Dari target pertumbuhan double digit yang telah ditetapkan, INPP optimistis bahwa target tersebut bisa terealisasikan untuk tahun buku 2025.

Sepanjang Januari-September 2025, pendapatan INPP melejit sekitar 50 persen disandingkan dengan periode yang sama 2024.

Baca juga: Terapkan Strategi Ini, INPP Berharap Recurring Income Setor 70 Persen

Mengutip laporan keuangan Perseroan, per akhir September 2025, pendapatan INPP sebesar Rp1,31 triliun, sedangkan pada periode sama 2024 senilai Rp878,07 miliar.

(*)

Pos terkait