Landbank.co.id
Beranda Pasar Modal Berkenalan dengan Manajer Investasi Pengelola Dana Tapera

Berkenalan dengan Manajer Investasi Pengelola Dana Tapera

Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menunjuk tujuh manajer investasi (MI) untuk pemupukan dana/foto: bp tapera

Jakarta, landbank.co.id – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menunjuk tujuh manajer investasi (MI) untuk pemupukan dana.

Ketujuh manajer investasi itu mencakup PT Bahana TCW Investment Management, PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen, PT BNI Asset Management, PT BRI Manajemen Investasi, dan PT Mandiri Manajemen Investasi. (lihat grafis halaman dua)

Selain itu, manajer investasi lainnya adalah PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, PT Schroder Investment Management Indonesia.

Ketujuh MI ini terpilih dari 90-an yang mengikuti seleksi. Ketujuhnya menguasai sekitar 70% pasar reksa dana di Indonesia.

Menurut Deputi Komisioner Bidang Pemupukan Dana Tapera Gatut Subadio parameter dalam pemilihan MI sesuai dengan PBP No 2 Tahun 2020 tentang Tata Cara Penunjukan Manajer Investasi yang mencakup pertama, kinerja imbal hasil absolut dan pertumbuhan dana kelolaan (AUM) bobotnya 20%.

Lalu, kinerja risk adjusted return (sharpe ratio) 25%, tingkat kepatuhan terhadap Peraturan OJK (30%), dan parameter penilaian penunjang (25%).

Dia mengatakan, ada empat tahap seleksi yaitu tahap seleksi awal, seleksi rekam jejak, penilaian dan pemeringkatan, serta tahap terakhir penunjukan MI.

“Prinsip pengelolaan dana pemupukan Tapera berpegang pada tiga aspek yakni melaksanakan prinsip prudential, profesional serta imbal hasil wajar dan berkelanjutan,” ujar Gatut Subadio di Jakarta, Kamis, 21 Desember 2023.

Baca Juga:  Jalin Kerja Sama Dengan Jepang, BP Tapera Kian Mantap Kembangkan Pembiayaan Rumah Subsidi

Dia menambahkan, lebih dari 65% dana pemupukan Tapera diinvestasikan pada Surat Utang Negara (SUN). Tidak ada yang di saham,” katanya.

Menurut Gatut, saat ini, dari total dana kelolaan BP Tapera sebesar Rp7,73 triliun, sekitar Rp4 triliun dialokasikan untuk pemupukan.

Kinerja pengelolaan dana Tapera tergolong impresif. Ini terlihat pada tingginya imbal hasil (return) kontrak pengelolaan dana tapera (KPDT) konvensional dan syariah tapera.

Sejak peluncuran pada 14 Juni 2021 hingga 18 Desember 2023, return bersih (net) yang  diperoleh peserta KPDT konvensional Tapera mencapai 8,69%. Jumlah itu jauh mengungguli rata-rata bunga deposito bank Himbara sebesar 2,79% dan hasil tabungan 0,59%.

Pada periode ini, total dana kelolaan (asset under management/AUM) KPDT konvensional Tapera mencapai Rp 7,23 triliun dari 3,07 juta peserta. Adapun nilai aktiva bersih (NAB) per unit mencapai Rp 1.086,86 dibandingkan saat peluncuran Rp 1.000.

Demikian pula dengan KPDT syariah tapera, yang mencetak return 6,08% pada periode yang sama. Total peserta KPDT tapera syariah mencapai 254,4 ribu dengan AUM Rp 508,9 miliar. NAB per unit KPDTS tapera mencapai Rp 1.060,81, dibandingkan saat peluncuran Rp 1.000.

Halaman: 1 2

Iklan