Jakarta, landbank.co.id– Rumah susun atau Rusun Pasar Rumput, Jakarta Selatan diharapkan menjadi percontohan bagi daerah lain.
Hunian vertikal berkapasitas 1.984 unit itu hadir di tengah kota sekaligus dekat dengan transportasi umum dan fasilitas publik, seperti pasar dan klinik kesehatan.
Rusun Pasar Rumput yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada 20 September 2021 itu hadir untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Rumah susun sederhana sewa (rusunawa) yang dibangun mulai tahun 2016 tersebut menyerap APBN sebesar Rp970 miliar.
Terkini, tarif sewa Rusun Pasar Rumput berkisar Rp1,25 juta hingga Rp2,2 juta per bulan. Semula, tarif sewa rusunawa ini sebesar Rp3,5 juta per bulan.
Sebelumnya Perumda Pasar Jaya telah memasarkan unit Rusun tersebut dengan tarif sewa Rp3,5 juta dengan peminat lebih dari 3.000 orang.
“Saya berpikir ini (penurunan tarif sewa Rusun-red) adalah kebijakan yang prorakyat sesuai dengan arahan Presiden Bapak Prabowo Subianto bahwa kebijakan-kebijakan harus mengutamakan pada wong cilik. Pj Gubernur DKI Jakarta dan jajarannya sudah melaksanakan hal tersebut dengan sangat baik. Terimakasih,” ujar Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dalam siaran pers dikutip Sabtu, 2 November 2024.
Menteri PKP melakukan kunjungan ke acara Open House Rusun Pasar Rumput, Jum’at 1 November 2024.
Saat itu, Menteri PKP didampingi Pj Gubernur DKI Jakarta Teguh Setiabudi dan Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Jaya, Agus Himawan Widiyanto.
Menteri PKP juga berharap dengan meningkatkan minat masyarakat menghuni Rusun Pasar Rumput di DKI Jakarta dapat menjadi percontohan bagi daerah lainnya.
Apalagi lokasi Rusunnya sangat strategis dan berada di tengah kota serta dekat dengan moda tranportasi dan pasar.
“Mudah -mudahan ini bisa menjadi contoh baik dimana kita bukan hanya membangun gedung. Tarif sewa yang sebelumnyaRp 3,5 juta tapi atas kemudahan Pj Gubernur DKI Jakarta akhirnya dapat diturunkan menjadi Rp1,1 juta dan yang paling mahal Rp2,25 juta,” kata Maruarar.
Menteri Ara juga mengingatkan kepada Pj Gubernur DKI Jakarta dan DPRD Provinsi DKI Jakarta untuk tetap mengawal proses penghunian ini sampai selesai.
“Kami ingatkan agar teman-teman Pemprov dan DPRD DKI Jakarta untuk bekerja jangan setengah hati dan kawal proses penghunian sampai diujung dan jadikan Rusun Pasar Rumput sebagai percontohan,” terangnya.
Menteri PKP juga menargetkan para penghuni Rusun Pasar Rumput bisa dari masyarakat sekitar yang bekerja dan berusaha di kawasan itu, para ASN, TNI Polri, Guru, Buruh dan Milenial yang bekerja di kota.
“Untuk penghunian juga nantinya diupayakan untuk masyarakat sekitar yang tempat bekerja atau berusahanya tidak jauh dari Rusun Pasar Rumput, ASN yang berpenghasilan rendah yang juga tempat kerjanya tidak jauh dari sini, anggota TNI yang menjadi anggota Kodam Jaya, Guru, Buruh dan Milenial yang bekerja sekitar kawasan Thamrin, Sudirman dan Setiabudi,” katanya.
Hal itu, kata Menteri PKP, adalah segmentasi – segmentasi yang cocok sehingga mampu mengurangi kemacetan lalu lintas karenamereka ke tempat kerjanya dekat dari sini.
“Tujuan lainnya adalah untuk membangun ekosistem yang bagus dan saya juga minta ini bisa heterogen dan mewujudkan ekosistem Indonesia Mini ada disini dengan berbagai macam background dan kerjasama yang produktif,” kata Menteri PKP.
Siaran pers Kementerian PKP menyebutkan bahwa berdasarkan informasi yang dihimpun dan leaflet dari Perumda Pasar Jaya di lapangan, unit hunian yang ada di Rusun Pasar Rumput terdiri dari dua tipe yakni tipe hook dan tipe standar.
Sejumlah fasilitas juga tersedia yakni Pasar Tradisional, Klinik Kesehatan, Balai Warga, Taman Warga, PAUD, ATM Center, Mini Market dan Kantor Kas Bank serta tempat ibadah.
Rusun Pasar Rumput yang memiliki tiga menara (tower) dengan masing-masing berketinggian 25 lantai termasuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diperuntukkan bagi MBR di DKI Jakarta.
Di setiap tower, hunian terletak di lantai 4 sampai dengan lantai 25.
“Saya berharap dengan beroperasinya Rusun Pasar Rumput ini bisa membantu saudara-saudara kita untuk memiliki hunian layak dan aman dengan lokasi strategis untuk melakukan kegiatan ekonomi,” kata Presiden Joko Widodo saat meresmikan Rusun tersebut di Jakarta, 20 September 2021.
(*)