Jakarta, landbank.co.id– Tingkat hunian (okupansi) gedung perkantoran sewa di Jakarta diprediksi tumbuh 1 persen hingga 1,5 persen dalam rentang 2026-2028.
Menurut riset Colliers Indonesia, rerata tingkat hunian perkantoran sewa itu untuk yang terletak di kawasan pusat bisnis (central business district/CBD) Jakarta.
Lalu, rerata tingkat hunian di luar CBD Jakarta diperkirakan masih ada di level 70 persen hingga 2028.
“Permintaan office (ruang kantor) belum terlalu kuat,” tutur Suryo Wibowo, senior associate director Office Services Colliers Indonesia dalam paparan virtual dipantau dari Jakarta, Rabu, 7 Januari 2026.
Baca juga: Sektor Perkantoran Penggerak Utama Bangunan Hijau
Dia menambahkan, sinyal permintaan mencuat untuk gedung perkantoran yang memiliki akses bagus terhadap transportasi publik.
“Permintaan ruang kantor dekat transportasi publik meningkat, umumnya okupansi naik,” kata Suryo.
Pada 2025, mengingat terbatasnya pasokan baru, tingkat hunian gedung perkantoran sewa di CBD Jakarta tercatat 75,8 persen alias tumbuh berkisar 1,5 persen hingga 2 persen disandingkan dengan tahun 2024.
Di luar CBD Jakarta, mengutip riset Colliers Indonesia, tingkat hunian sekitar 70 persen pada 2025.
Baca juga: Willson Kalip: Green Building Diferensiasi Penting Gedung Perkantoran
“Kompetisi dengan gedung-gedung di CBD dan tambahan pasok baru memberikan tantangan tingkat hunian di luar CBD Jakarta,” dikutip dari riset Colliers Indonesia.
Riset itu juga menyebutkan bahwa paket sewa masih kompetitif. Namun, ruang tersedia yang semakin terbatas, beberapa gedung premium mulai tingkatkan harga sewa.
Khusus untuk gedung perkantoran hak milik alias ruang kantor untuk dijual, harga jual relatif stabil. Hal itu lantaran pemilik belum tertekan untuk menjual murah unit mereka.





