Jakarta, landbank.co.id– Penjualan rumah PT Intiland Development Tbk (DILD) terlihat cukup kinclong pada 2025 bila disandingkan dengan setahun sebelumnya.
Moncernya penjualan rumah emiten berkode saham DILD di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini terlihat dari hasil penjualan yang berhasil dikumpulkan.
Pada 2025, penjualan rumah DILD emiten properti yang didirikan pada 1983 ini tercatat sebesar Rp781,99 miliar.
Mengutip laporan keuangan Perseroan, angka itu tumbuh sekitar 19 persen bila dibandingkan dengan tahun 2024 yang senilai Rp659,42 miliar.
Baca juga: Kawasan Industri Dorong Kinerja Intiland
Raihan pada 2025 itu terlihat cukup kontras dengan kondisi tahun 2024. Ketika itu, penjualan rumah pemilik proyek Serena Hills ini justru melemah sekitar 24 persen.
Emiten properti yang melantai di Bursa sejak tahun 1991 tersebut bahkan pernah mencatat penurunan penjualan rumah cukup dalam pada 2020.
Ketika itu, pandemi Covid-19 sedang melanda dunia, termasuk Indonesia. Di tengah kondisi itu penjualan rumah Intiland Development anjlok sekitar 54 persen.
Namun, dalam rentang lima tahun terakhir, yakni 2021 hingga 2025, penjualan rumah DILD terlihat tidak pernah turun sedalam itu.
Baca juga: Hai Surabaya, Amesta Living Dilengkapi dengan Tipe Mezza
Justru, sempat melonjak sekitar 59 persen pada 2021, walau sempat kembali melemah sekitar 8 persen pada 2022. Setahun kemudian, penjualan rumah DILD kembali bangkit dengan membungkus pertumbuhan 37 persen.
Kontributor Terbesar
Sementara itu, penjualan rumah menjadi kontributor terbesar bagi total pendapatan DILD pada 2025.
Penjualan rumah menyumbang sekitar 31,76 persen terhadap total pendapatan DILD pada 2025 yang menyentuh sekitar Rp2,46 triliun.
Baca juga: Intiland Development Bukukan Pendapatan Rp1,69 Triliun
Mengutip data Perseroan, hingga 2025, kawasan perumahan yang dikembangkan oleh DILD tercatat sebanyak 14 proyek yang tersebar di Jakarta dan sekitarnya, serta di Surabaya dan sekitarnya.





