Jakarta, landbank.co.id– PT Intiland Development Tbk (DILD) mengembangkan layanan pusat data (data center) melalui anak usaha, PT Intiland Alfa Rendita.
Anak usaha PT Intiland Development Tbk itu menggandeng ION Network, perusahaan pengembangan data center.
“Pengembangan layanan pusat data ini tidak dilakukan secara langsung oleh Perseroan, tetapi melalui PT Intiland Alfa Rendita, entitas anak perusahaan yang sahamnya dimiliki 100 persen dengan ION Network yang bersama-sama membentuk perusahaan joint venture PT Inti Arunika Persada dengan kepemilikan masing-masing sebesar 50 persen,” jelas Theresia Rustandi, corporate secretary PT Intiland Development Tbk, Kamis 12 Februari 2026.
Perjanjian Kerja Sama Pembangunan dan Pengelolaan Data Center ini, jelas dia, menyinergikan kekuatan dan pengalaman yang dimiliki oleh kedua pihak.
Intiland Development yang mengusung kode saham DILD, selain memiliki pengalaman dan keahlian pada pengembangan properti terpadu juga mempunyai aset-aset properti yang nilainya akan terus meningkat di masa depan.
Baca juga: Intiland Development Bukukan Pendapatan Rp1,69 Triliun
Sementara itu, kata dia, ION Network merupakan perusahaan yang memiliki keahlian dan pengalaman cukup panjang dalam usaha pengembangan data center.
“Kolaborasi ini diharapkan menguatkan nilai perusahaan dan meningkatkan nilai properti secara jangka panjang,” ujar Theresia Rustandi.
Dia juga menegaskan, kerja sama PT Intiland Alfa Rendita dengan ION Network melalui pembentukan perusahaan joint venture PT Inti Arunika Persada tersebut tidak memenuhi kriteria fakta material.
Kerja sama ini merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan dan mengoptimalkan nilai aset-aset properti yang dimiliki Perseroan, melalui perluasan fungsi yang lebih adaptif dan relevan terhadap kebutuhan pasar, khususnya pada bidang teknologi informasi.
“Kerja sama pembentukan perusahaan joint venture ini tidak bersifat material bagi Perseroan atau dapat mempengaruhi kelangsungan usaha secara jangka Panjang,” papar Theresia Rustandi.
Baca juga: Data Center Sumbang 60 Persen Penjualan Lahan Industri Puradelta Lestari
Dia menambahkan, pihaknya sudah melakukan analisis dan kajian atas kelayakan serta aspek risiko dari kerja sama pengembangan layanan pusat data ini.
Pendapatan Rp1,69 Triliun
Sementara itu, pendapatan DILD turun sekitar 15 persen pada rentang Januari-September 2025 bila disandingkan dengan periode yang sama 2024.





