Bank Penyedia FLPP Swasta Ini Berniat Buyback Saham Rp5 Triliun

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA berencana membeli kembali saham atau buyback saham senilai Rp5 triliun pada 2026/foto: landbank.co.id

Buyback saham BCA akan dilakukan di BEI melalui pasar reguler dan hanya akan dilakukan melalui PT

BCA Sekuritas. Pelaksanaan buyback saham akan mengikuti ketentuan lainnya sesuai POJK No. 29/2023.

Bacaan Lainnya

Di sisi lain, buyback akan dilakukan pada harga yang dianggap baik dan wajar oleh Perseroan dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku.

 

KPR BCA

Sementara itu, Bank Central Asia menorehkan kredit pemilikan rumah atau KPR senilai Rp142,3 triliun pada 2025.

Emiten yang mengusung kode saham BBCA di Bursa Efek Indonesia itu menyatakan bahwa keberadaan KPR mendukung pembiayaan konsumer tahun 2025 penyandang Strongest Bank in Indonesia for 2025 versi The Asian Banker itu.

Baca juga: Mengintip Pertumbuhan KPR BCA Lima Tahun Terakhir, Salurkan Rp510,3 Triliun

Pada 2025, pembiayaan konsumer terjaga sebesar Rp224,1 triliun, didukung KPR BCA Rp142,3 triliun dan kredit kendaraan bermotor (KKB) sebesar Rp56,6 triliun.

“BCA juga mendukung penyaluran KPR subsidi atau FLPP swasta sejak Oktober 2025,” dilansir siaran pers BCA dikutip Rabu 28 Januari 2026.

World’s Best Bank in Indonesia versi Forbes ini mengaku bahwa outstanding pinjaman konsumer lain (mayoritas kartu kredit) tumbuh 9,8 persen year on year (yoy) menjadi Rp25,2 triliun.

“Kami senantiasa berupaya menyediakan produk dan layanan secara optimal untuk memenuhi beragam kebutuhan nasabah dan masyarakat,” ujar Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk Hendra Lembong.

Sementara itu, BCA mencatat pertumbuhan total kredit 7,7 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp993 triliun per Desember 2025.

Baca juga: Mengintip Pertumbuhan KPR BCA Lima Tahun Terakhir, Salurkan Rp510,3 Triliun

Secara rata-rata, pertumbuhan kredit BCA mencapai 10,8 persen sepanjang 2025.

Penyaluran kredit BCA terdistribusi ke berbagai sektor, di antaranya manufaktur, perdagangan, restoran, hotel dan rumah tangga. Hal ini selaras dengan komitmen perseroan mendukung pertumbuhan perekonomian Indonesia.

(*)

Pos terkait