Banjir Sumatera Renggut 969 Jiwa dan Merusak 158 Ribu Rumah

Banjir dan longsor yang melanda Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh merenggut korban jiwa dan merusak rumah hingga fasilitas umum/foto: ig bnpb_indonesia

“Akses jalan dan jembatan adalah kunci utama pergerakan logistik, pelayanan darurat, dan pemulihan ekonomi masyarakat. Karena itu, kami bekerja tanpa jeda sejak awal untuk memastikan keterisolasian wilayah bisa ditangani secepat mungkin. Keselamatan masyarakat dan kelancaran mobilitas menjadi prioritas kami,” ujar Menteri Dody dikutip Kamis, 11 Desember 2025.

Di Aceh, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh mengerahkan alat berat sebanyak 60 excavator, 1 loader, 2 backhoe loader, 14 wheel loader, 8 grader, 6 baby tank, 11 bulldozer, 7 vibro, 50 dump truck serta bantuan darurat dan logistik termasuk 200 geobag.

Bacaan Lainnya

Beberapa perbaikan yang telah dilakukan antara lain pada Jembatan Krueng Meureudu di ruas Meureudu–Batas Pidie Jaya/Bireuen, Jembatan Krueng Tingkeum di Kota Bireuen–Batas Aceh Utara, serta Jembatan Teupin Mane di ruas Bireuen–Bener Meriah.

Kementerian PU juga memasang Jembatan Bailey pada jalur Bireuen–Aceh Tengah sebagai jembatan sementara pengganti Jembatan Jamur Ujung, Weihni Lampahan, Timang Gajah, Weihni Rongka, Enang-Enang, dan Alue Kulus. Ditargetkan pemasangan Jembatan Bailey ini selesai bertahap hingga akhir Desember 2025.

Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Ditjen Bina Marga juga telah menyelesaikan penanganan sejumlah ruas strategis yang sebelumnya terputus, antara lain ruas Banda Aceh–Meureudu yang kini kembali terhubung.

Ruas Batas Kota Lhokseumawe–Kota Langsa juga sudah dapat dilalui, dengan pembersihan sedimen yang terus dilakukan di lapangan. Sementara itu, ruas Kota Langsa–Kota Kuala Simpang telah tertangani dari endapan material banjir.

Baca juga: Gempa di Bogor, BMKG: Ada Aktivitas Sesar Aktif Citarik

Ruas Kota Kuala Simpang–Batas Provinsi Sumatera Utara juga sudah dapat dilalui oleh seluruh jenis kendaraan. Kemudian ruas Kota Kutacane–Batas Provinsi Sumatera Utara kini juga telah kembali dapat dilalui.

Bencana banjir dan longsor terjadi di Sumatera pada akhir November 2025. Selain menenggelamkan rumah tinggal, banjir bandang yang melanda tiga provinsi itu membawa material lumpur, batu hingga kayu gelondongan.

(*)

Pos terkait